NEWS TIMES – Menyusul lonjakan harga emas, harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turut mengalami kenaikan tajam pada perdagangan hari ini, Senin (5/1/2026). Berdasarkan data terbaru, harga perak kini bertengger di level Rp46.265 per gram, melonjak sekitar Rp.850 dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pengamat Ekonomi dan Praktisi Perpajakan Yulianto Kiswocahyono.,SE.,SH.,BKP menilai faktor pendorong kenaikan ini dipicu oleh kombinasi sentimen global yang sangat kuat di awal tahun 2026.
“Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela akhir pekan lalu telah, memicu permintaan besar-besaran terhadap logam mulia sebagai aset perlindungan (safe haven). Sementara, Persediaan perak global di pusat perdagangan seperti London dilaporkan berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir, memperparah tekanan harga di pasar fisik,”ujar Yulianto Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim. Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Yulianto mengatakan, perak melanjutkan tren positif setelah mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah pada tahun 2025, yang dipicu oleh kebijakan tarif dagang AS dan permintaan industri yang tinggi.
“Kami memprediksi perak memiliki potensi penguatan yang lebih agresif dibandingkan emas pada tahun 2026,”tuturnya.
Kata Yulianto, beberapa lembaga keuangan internasional bahkan, memproyeksikan harga perak global bisa menguji level $56 hingga $65 per ons sepanjang tahun ini jika ketidakpastian ekonomi terus berlanjut.
“Investor lokal kini mulai melirik perak sebagai alternatif investasi yang lebih terjangkau namun memiliki persentase kenaikan yang signifikan. Di Indonesia, harga perak Antam telah merangkak naik sejak awal tahun, melampaui angka Rp44.000 pada minggu pertama Januari 2026, “pungkasnya.
Writer: Malik/Newstimes.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News




