Pengamat Yulianto: Harga Emas Antam Tembus Rp 2,5 Juta Dipicu Krisis AS-Venezuela

0
116
pengamat-yulianto-harga-emas-antam-tembus-25-juta-dipicu-krisis-as-venezuela
Pengamat Ekonomi dan Praktisi Perpajakan Yulianto Kiswocahyono,SE.,SH.,BKP. (foto: redaksi)

NEWS TIMES – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan signifikan di awal pekan ini, Senin, (5/1/2026). Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas hari ini berada di posisi Rp. 2.515.000 per gram.

Posisi tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp27.000, dibandingkan harga sebelumnya yang berada di Rp. 2,488.000 per gram. Sejalan dengan pergerakan harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam pada hari yang sama ditetapkan sebesar Rp. 2,371.000 per gram.

Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela yang terjadi pada akhir pekan lalu, sehingga memicu investor untuk beralih ke aset aman (safe haven).

Menanggapi hal ini, Pengamat Ekonomi dan Praktisi Perpajakan Yulianto Kiswocahyono,SE.,SH.,BKP menilai, kenaikan tersebut sebagai sinyal kuat kepanikan pasar terhadap eskalasi geopolitik di Amerika Selatan.

“Operasional militer AS di Venezuela yang dimulai akhir pekan lalu menjadi katalisator utama. Tentu emas kembali membuktikan perannya sebagai aset pelindung nilai (safe haven) yang paling diburu saat dunia tidak stabil,” ujar Yulianto Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim. Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut Yulianto mengatakan, penangkapan Presiden Venezuela oleh pasukan AS memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dan ketidakpastian politik jangka panjang.

“Hal ini mendorong investor global mengalihkan aset mereka dari saham dan mata uang ke logam mulia, yang diprediksi bisa terus merangkak naik menuju target $5.000 per troy ounce di pasar internasional sepanjang tahun 2026,” ungkap Yulianto.

Menurut Yulianto, meskipun harga jual mencapai rekor baru di atas Rp3 juta, kenaikan signifikan pada harga buyback memberikan peluang bagi investor jangka menengah.

“Dengan kenaikan buyback Rp25.000, investor yang telah memiliki emas sejak tahun 2024 atau 2025 kini mulai melihat potensi keuntungan riil jika melakukan penjualan kembali, “tuturnya.

Sementara itu, Yulianto turut menyoroti melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akibat konflik tersebut, yang turut mendongkrak harga emas domestik lebih tinggi dibandingkan kenaikan emas global secara persentase.

“Kami menyarankan bagi investor pemula, disarankan untuk melakukan strategi dollar cost averaging atau membeli secara bertahap, karena volatilitas pasar saat ini sangat tinggi akibat berita serangan yang masih berkembang,” tambahnya.

Jika ketegangan AS – Venezuela tidak mereda dalam pekan ini, harga emas Antam diprediksi masih memiliki ruang penguatan lebih lanjut di tengah kekhawatiran inflasi global akibat lonjakan harga energi.

“Ketegangan kedua negara jika tak kunjung mereda harga emas diprediksi mengalami penguatan ditengah lonjakan harga energi,”pungkasnya.

Writer: Malik/Newstimes.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here