NEWS TIMES – Tim sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar pada Sabtu, 22 Maret 2025, disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Kediri. Acara yang diadakan di Politeknik Mercusuar Indonesia (Polimercia) ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mengurangi stunting.
Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat setempat. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menjelaskan bahwa MBG adalah bagian dari upaya pemerintah mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkualitas. “Program ini mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada penurunan stunting dan gizi buruk,” ungkapnya.
Nurhadi juga menegaskan pentingnya program MBG dalam mencapai pemerataan pembangunan, termasuk di daerah terpencil. “Kami ingin agar MBG bisa menjangkau seluruh Indonesia, terutama daerah yang sulit akses pangan bergizi,” katanya.
Menurut Nurhadi, Kabupaten Kediri memerlukan sekitar 200 tempat Dapur SPPG, namun hingga kini baru tersedia 4 tempat. “Harapannya sosialisasi ini bisa memberikan informasi yang jelas dan mendukung keberlanjutan program ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kolonel Andy Charman, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan dampak positif program MBG terhadap perekonomian pedesaan. “SPPG tidak hanya memberi makanan bergizi untuk siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui hasil produksi petani,” ujarnya.
Program MBG, menurut Charman, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memutuskan rantai kemiskinan. “Tujuan utamanya adalah menciptakan SDM yang sehat dan unggul,” tambahnya.
Charman juga menjelaskan bahwa menjadi mitra BGN untuk program MBG tidak dikenakan biaya dan bisa langsung mendaftar di website BGN. “Tidak ada pungutan apapun, dan kami mengundang masyarakat untuk bergabung,” katanya.
Pemerintah berharap MBG akan terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Indonesia.




