
NEWS TIMES – Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang terperangkap di bawah reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.
Bangunan ponpes ambruk pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri sedang menjalankan salat Asar. Kejadian ini diduga disebabkan oleh kegagalan konstruksi pada bangunan yang sedang dalam tahap pengecoran.
Sementara itu, Tim SAR gabungan telah melakukan upaya evakuasi dengan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi korban di bawah reruntuhan. Hasilnya menunjukkan adanya 15 titik yang diduga terdapat korban, dengan 7 titik berstatus merah (korban sadar) dan 8 titik berstatus hitam (korban tidak sadar).
Berdasarkan informasi terbaru ini, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengataka, tercatat hingga pencarian pada hari ketiga, Rabu (1/10/2025) pukul 22.00 WIB. BNPB menyebut masih ada 59 orang yang terjebak di reruntuhan bangunan.
“Data sementara yang dimutakhirkan per Rabu (1/10/2025) pukul 23.00 WIB, ada sebanyak 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan. Angka tersebut diperoleh dari daftar absensi yang dirilis oleh pihak pondok pesantren, termasuk dari laporan kehilangan pihak keluarga korban,” ujar Abdul dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025).
Fokus tim saat ini adalah mengevakuasi korban yang berada di titik-titik berstatus merah. Namun Tim SAR tidak menggunakan alat berat demi keamanan para korban yang masih terperangkap di bawah puing-puing. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses.
“Hingga 1 Oktober 2025, tim SAR berhasil mengevakuasi beberapa korban, termasuk seorang santri cilik bernama Haikal yang selamat setelah tiga hari terjebak. Namun, terdapat pula korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi. Update per 1 Oktober 2025, jumlah korban yang berhasil di evakuasi mencapai lima orang, diantaranya empat orang selamat dan satu kondisinya kritis, para korban saat ini telah dievakuasi ke RSUD Sidoarjo untuk memperoleh pertolongan medis,”ungkapnya.
Editor : Malik/Newstimes.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



