NEWS TIMES – Sudah jatuh ditambah tertimpa tangga. Meski adanya dugaan salah pemberian suntik infus oleh perawat bernama Lintang di RSUD Dr Mohamad Soewandi Surabaya. Di sisi lain juga sangat disayangkan adanya dugaan pengancaman data BPJS kesehatan pasien akan di lakukan pemblokiran.
Hal itu dilontarkan oleh seorang oknum dokter bernama Nilla bahwa pihaknya diduga mengancam akan melakukan pemblokiran data BPJS kesehatan pasien. Ketika keluarga membawa pasien untuk pulang.
“Kalau pulang paksa BPJS di blokir,” cetusnya, kepada keluarga pasien, pada Sabtu (19/9/2026) malam di ruang seruni.
Menurut Nilla membenarkan adanya perawat yang melakukan tindakan medis sesuai arahan dari dokter, termasuk penyuntikan infus. “Memang arahannya perlu infus dan injeksi. Itu sudah resiko tindakan infus pak,” ujar dokter Nilla, yang saat itu mendampingi perawat Lintang.
Sementara perawat Lintang mengaku bahwa dirinya melakukan tindakan penyuntikan infus berdasarkan arahan dari dokter Nurul. “Iya saya di arahkan oleh dokter Nurul,” akunya.
Pada sebelumnya kepada wartawan, Novi mengatakan, bahwa AV dibawa ke IGD RSUD Dr. Mohamad Soewandhie pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 24.00 WIB, dilakukan tindakan medis terhadap AV. Menurut orang tua, tindakan tersebut meliputi penyuntikan oleh seorang perawat bernama Tri Lintang, atas arahan dokter yang disebut bernama Nurul.
Persoalan kemudian muncul setelah anaknya dipindahkan dari IGD ke ruang Seruni lantai 2 nomor 234, sekitar pukul 05.00 WIB pagi, pada Sabtu, 19 September 2026. Menurut keluarga, saat berada di ruangan tersebut, tangan kiri AV yang menjadi lokasi infus sudah terlihat bengkak dan melepuh.
Kondisi tersebut bahkan sempat terlihat oleh perawat lain. Namun, keluarga mengaku belum melihat adanya tindakan lanjutan dari dokter untuk menangani kondisi pada tangan bayi tersebut.
Situasi kembali berubah pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB, oleh seorang perawat di ruang seruni. Infus yang sebelumnya terpasang di tangan kiri dicabut dan dipindahkan ke tangan kanan oleh perawat.
Setelah infus dipindahkan, keluarga semakin menyadari adanya luka dan pembengkakan pada tangan kiri AV. “Saat dipindahkan ke ruang Seruni, tangan anak kami sudah terlihat bengkak dan melepuh. Kondisinya juga dilihat oleh perawat lain. Tetapi kami mempertanyakan, kenapa saat kondisi seperti itu belum ada tindakan lebih lanjut dari dokter,” ujar Novi, ibu AV, Sabtu, (19/09/2026) malam.
Maka itu, karena kekhawatiran, Novi selaku ibu AV membawa pulang anaknya. Untuk berobat ditempat lain.(SL/Dan)




