
Penulis oleh : Ari Tridianto, ST.
NEWS TIMES – Dalam sistem custody transfer metering, akurasi pengukuran merupakan faktor krusial karena berkaitan langsung dengan nilai transaksi energi. Oleh karena itu, strategi maintenance metering system harus dirancang secara sistematis untuk menjaga performa peralatan tetap sesuai standar internasional.
PT Instrumen Kontrol Presisi Teknologi (IKPT) menerapkan pendekatan preventive, predictive, dan corrective maintenance dalam setiap proyek metering system oil & gas untuk memastikan reliability dan measurement integrity tetap terjaga sepanjang lifecycle operasi.
Tujuan Maintenance pada Custody Metering System Maintenance tidak hanya bertujuan menjaga peralatan tetap berfungsi, tetapi juga memastikan:
– Akurasi pengukuran tetap dalam batas toleransi standar
– Menghindari potensi measurement loss
– Mengurangi downtime sistem
– Menjamin compliance terhadap standar industri
Dalam praktik industri minyak dan gas, standar maintenance umumnya mengacu pada American Petroleum Institute (API), American Gas Association (AGA), dan International Organization for Standardization (ISO).

Jenis Maintenance pada Custody Metering System :
1. Preventive Maintenance
Preventive maintenance dilakukan secara berkala berdasarkan interval waktu tertentu.
Contoh kegiatan:
– Pengecekan transmitter pressure & temperature
– Inspection valve dan piping system
– Cleaning flowmeter sensor
– Verifikasi grounding system
Interval umum:
– Bulanan
– 3 bulanan
– Tahunan
Preventive maintenance bertujuan mencegah kerusakan sebelum terjadi kegagalan sistem.
2. Predictive Maintenance
Predictive maintenance dilakukan berdasarkan kondisi aktual equipment menggunakan data monitoring.
Metode yang digunakan:
– Trend analysis flow data
– Diagnostic flow computer
– Monitoring repeatability measurement
Keuntungan:
– Mengurangi biaya maintenance
– Mendeteksi potensi error lebih dini
Pendekatan ini semakin berkembang seiring integrasi digital monitoring dalam sistem automation.
3. Corrective Maintenance
Corrective maintenance dilakukan ketika terjadi gangguan sistem. Contoh:
– Replacement transmitter
– Repair flow computer
– Perbaikan wiring instrument
Corrective maintenance harus dilakukan dengan prosedur kalibrasi ulang untuk menjaga akurasi measurement.
Komponen Kritis yang Memerlukan Maintenance Berkala dalam custody metering system, beberapa equipment memiliki tingkat kritikal tinggi flowmeter
Jenis flowmeter seperti:
– Orifice meter
– Ultrasonic flowmeter
– Coriolis flowmeter
memerlukan verifikasi akurasi secara periodik.
Flow computer berfungsi menghitung volume berdasarkan standar AGA/API.
Maintenance meliputi :
– Software verification
– Parameter configuration check
– Backup database
Pressure & Temperature Transmitter
Kesalahan kecil pada transmitter dapat menyebabkan error measurement yang signifikan.
Biasanya dilakukan:
– Calibration setiap 6–12 bulan
– Verification signal output
Prover System (Liquid Metering)
Pada liquid custody transfer, prover digunakan untuk memastikan akurasi flowmeter.
Jenis prover:
– Bidirectional prover
– Compact prover
Manfaat Maintenance Strategy yang Tepat
Maintenance yang terstruktur memberikan manfaat:
– Menjaga akurasi custody transfer
– Mengurangi potensi dispute transaksi energi
– Memperpanjang umur equipment
– Meningkatkan keandalan sistem operasi
Komitmen IKPT terhadap Reliability Metering System sebagai perusahaan yang fokus pada custody transfer metering oil & gas, IKPT berkomitmen menjaga kualitas implementasi sistem melalui:
– Standarisasi prosedur maintenance
– Penguatan kompetensi teknis engineering
– Integrasi teknologi digital monitoring
– Penerapan standar internasional AGA, API, dan ISO
Melalui Technical Insight Series IKPT, perusahaan terus menghadirkan edukasi teknis yang mendukung peningkatan kualitas sistem pengukuran energi di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web IKPT di https://www.ikpt-indonesia.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



