Harga Emas Dunia Terkoreksi, Investor Siaga Menanti Keputusan The Fed

0
73
harga-emas-dunia-terkoreksi-investor-siaga-menanti-keputusan-the-fed
Ilustrasi

NEWS TIMES  – Harga emas dunia mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya sempat menembus rekor tertinggi sepanjang tahun.

Tekanan jual muncul ditengah penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap keputusan kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

Harga Emas Global Terkoreksi berdasarkan data Trading Economics, harga emas spot pada Selasa (28/10) berada di level US$ 3.985 per troy ons, melemah sekitar 0,6 % dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu. Sementara kontrak berjangka emas di bursa COMEX New York juga turun ke kisaran US$ 3.970 – 3.990 per troy ons.

Penurunan ini terjadi setelah lonjakan harga signifikan pada awal Oktober 2025, ketika ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi global mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Namun, meredanya kekhawatiran dan penguatan dolar AS membuat sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Sementara itu dampak terhadap pasar Domestik di Indonesia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga ikut bergerak turun.

Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas 1 gram pada Selasa (29/10) tercatat Rp 2.340.000, turun Rp 14.000 dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, tren pelemahan tersebut dinilai masih bersifat sementara. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang relatif stabil di kisaran Rp 15.650 per dolar membantu menahan penurunan harga emas di pasar domestik.

Analis Komoditas, Ibrahim Assuaini menjelaskan bahwa faktor penyebab Penurunan koreksi harga emas terjadi akibat kombinasi tiga faktor utama yaitu,

1. Penguatan dolar AS, yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar.

2. Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, sehingga investor beralih ke aset berbunga.

3. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, di mana pasar menanti kejelasan arah suku bunga pada pertemuan bulan November.

“Selama The Fed belum memberikan sinyal jelas soal pemangkasan suku bunga, tekanan terhadap harga emas masih mungkin berlanjut,” ujar Ibrahim dalam analisis hariannya.

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan,
Meski mengalami penurunan jangka pendek, sejumlah analis menilai bahwa prospek emas dalam jangka menengah masih positif.

“Ketidakpastian geopolitik, potensi pelonggaran moneter global, dan tekanan inflasi tetap menjadi faktor yang mendukung penguatan harga emas ke depan,”ungkapnya.

Ibrahim menghimbau, investor disarankan untuk mencermati area support di US$ 3.950 per troy ons dan resistance di US$ 4.100, serta menunggu arah kebijakan moneter The Fed sebelum mengambil posisi baru.

“Koreksi harga emas saat ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sepanjang kuartal ketiga 2025. Meski sentimen jangka pendek cenderung negatif, logam mulia masih menjadi instrumen lindung nilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya reda,”pungkasnya.

Writer : Wahyu/ Newstimes.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here