
NEWS TIMES – Nilai tukar Rupiah terpantau bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.720 per Dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin, (5/1/2026). Mata uang Indonesia berada di bawah tekanan seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global setelah serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim, Yulianto Kiswocahyono.,SE., SH., BKP menilai sentimen pasar hari ini sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia.
“Tentu ketidakpastian ini memicu aksi flight-to-quality, di mana investor menarik modal dari pasar negara berkembang (emerging markets) dan beralih ke aset aman seperti Dolar AS,”ujar Yulianto Pengamat Ekonomi dan Praktisi Perpajakan.
Lebih lanjut, Yulianto memprediksi, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp16.650 hingga Rp16.800 per Dolar AS sepanjang hari ini.
“Karena meningkatnya kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko,” ungkap Yulianto yang juga analis pasar uang.
Sementera itu, Yulianto menjelaskan, eskalasi di Amerika Selatan telah memicu kekhawatiran akan lonjakan harga energi jangka panjang. Meski harga minyak sempat bergerak fluktuatif di level yang relatif stabil, pasar tetap waspada terhadap potensi blokade berkelanjutan pada rute perdagangan minyak di Laut Karibia yang dapat memicu inflasi global.
“Kami berharap pemerintah terus memantau situasi ini. Meskipun dampak langsung ke ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih terbatas, kewaspadaan tetap ditingkatkan terutama terkait volatilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga komoditas dalam negeri, “pungkasnya.
Writer: Malik/Newstimes.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



