Visa Haji Furoda asal Indonesia Tak Kunjung Terbit, Ada Apa ?

0
141
visa-haji-furoda-asal-indonesia-tak-kunjung-terbit-ada-apa
Jamaah Calon Haji Furoda asal Sidoarjo, Yulianto Kiswocahyono berfoto saat sedang melaksanakan ibadah Umroh di Mekkah beberapa waktu lalu. (foto: dok. Pribadi for Redaksi)

NEWS TIMES – Mendekati puncak pelaksanaan Wukuf ibadah haji di Arafah, Visa Haji Furoda asal Indonesia tak kunjung terbit. Ada apa ?

Keterlambatan ini, mengundang kekhawatiran sejumlah jamaah Calon Haji (calhaj) asal Indonesia undangan Kerajaan Saudi ini. Salah satunya Yulianto Kiswocahyono, SE.,SH., BKP yang merupakan Calhaj Furoda asal Sidoarjo. Dia mengeluhkan visa furoda tak kunjung terbit hingga akhir Mei 2025.

“Kami tentu kecewa ya, hingga kini visa tak kunjung didapatkan. kami berharap kepada semua pihak terkait untuk membantu keterlambatan ini, agar kami segera melaksanakan ibadah haji dengan lancar, “kata Yulianto yang juga Wakil Ketua Kadin Jatim. Rabu (28/05/2025).

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama RI, Nasaruddin Umar menegaskan, penerbitan visa haji furoda merupakan kewenangan penuh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bukan kewenangan Indonesia.

“Berbeda dengan haji reguler, jamaah yang mengikuti program ini menggunakan visa mujamalah yang dikeluarkan pihak Kerajaan. Nah itu kebijakannya Saudi Arabia, bukan kita,” ujar Menag Nasaruddin kepada wartawan di Balai Diklat Keagamaan BDK, Jakarta, Selasa 27 Mei 2025, kemarin

Lebih lanjut, menag Nasaruddin menyampaikan program haji furoda merupakan jalur undangan (mujamalah) langsung dari Pemerintah Saudi, di luar kuota resmi yang dikelola pemerintah Indonesia.

“Kondisi serupa tak hanya terjadi di RI, tetapi juga di sejumlah negara lain juga sama. Namun pemerintah Indonesia tetap menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Saudi. Bagaimanapun, keputusan soal visa muamalah untuk calhaj furoda sepenuhnya berada di tangan Kerajaan,” terangnya.

Sementara jamaah haji reguler proses visanya sudah tuntas. Adapun untuk jalur furoda yang tergolong program eksternal, pemerintah RI hanya bisa membantu sebatas yang memungkinkan.

“Nah kalau tidak mau cemas ya ikuti regulasi biasa saja. Tapi kita juga membantu sih,” kata dia.

Nasaruddin mengingatkan, biaya haji furoda tergolong lebih mahal. Besaran dana yang umumnya diperlukan cukup untuk memberangkatkan tiga orang melalui jalur haji reguler.

“Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran keberangkatan haji lewat jalur tersebut. Itu mahal sekali ya. Tapi bagi orang punya uang, apalagi mungkin tidak punya waktu lain, atau alasan lain. Misal mau menghajikan orang tuanya. Itu kita bantu,” pungkasnya.

Diketahui, Haji Furoda adalah program Haji yang diatur langsung oleh pemerintah Arab Saudi melalui undangan khusus kepada calon jemaah haji di luar kuota resmi yang diberikan kepada setiap negara. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here