Rakerda Pabersi Jatim 2026: Memaksimalkan Potensi Atlet Kejar Emas PON 2028

0
104

NEWS TIMES – Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Keyrie, Sabtu (21/2/2026). Agenda utama yakni membenahi prestasi angkat berat Jatim yang belum maksimal dalam tiga gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.

‎Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan angkat berat harus menjadi cabang olahraga prioritas pembinaan. Pasalnya, dalam tiga PON terakhir Jatim belum mampu menyumbang medali emas.

‎“Angkat berat ini cabor penting yang harus dikembangkan di Jawa Timur. Tiga PON terakhir kita belum dapat emas. Karena itu saya minta daerah benar-benar mempersiapkan diri menuju Pra-PON 2027,” tegas Nabil.

‎Menurutnya, Pra-PON 2027 akan menjadi momentum pengukuran kemampuan atlet sebelum tampil di PON 2028. Ia meminta pengurus daerah memaksimalkan potensi atlet yang sudah “setengah matang” agar mencapai puncak performa jelang PON.

‎Selain itu, Nabil juga mendorong KONI Pusat segera menetapkan cabang olahraga yang dipertandingkan di PON mendatang agar daerah memiliki kepastian dalam menyusun program pembinaan.

‎“Cabor harus sering ikut kompetisi dan event. Jangan hanya kuat di latihan, tapi tidak kuat di pertandingan,” ujarnya.

‎Dua Kejurprov Digelar 2026

‎Ketua Umum Pabersi Jatim, Abram Nathan, memastikan hasil Rakerda langsung ditindaklanjuti dengan agenda kompetisi dan pembenahan organisasi. Program terdekat adalah penyelenggaraan dua Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 2026.

‎Kejurprov pertama direncanakan pada Mei atau Juni, mempertandingkan kelas sub-junior dan umum. Sementara Kejurprov kedua akan digelar Desember, khusus kategori junior sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov sekaligus pra-kualifikasi atlet potensial.

‎“Kita akan setting seperti babak kualifikasi agar saat Porprov nanti benar-benar diikuti atlet yang sudah memenuhi standar kualitas,” kata Abram.

‎Penguatan SDM dan Lisensi

‎Tak hanya kompetisi, Pabersi Jatim juga fokus memperkuat database atlet, pelatih, dan wasit. Selama ini, masih banyak SDM yang belum memiliki lisensi resmi.

‎Karena itu, program penataran dan pelatihan akan digencarkan guna menyamakan visi dan standar pembinaan di seluruh kabupaten/kota. Standarisasi lisensi diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh.

‎Selain itu, Rakerda juga membahas penguatan administrasi dan regulasi organisasi agar selaras dengan kebijakan KONI, terutama dalam persiapan menuju Porprov dan Pra-PON 2027.

‎Dengan langkah tersebut, Pabersi Jatim menargetkan kebangkitan prestasi dan mampu bersaing memperebutkan medali emas pada PON mendatang.

‎Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here