Krisis Timur Tengah Memanas, Praktisi Adv Yulianto Peringatkan Risiko Stagflasi dan Beban Fiskal RI

0
62
krisis-timur-tengah-memanas-praktisi-adv-yuliatno-peringatkan-risiko-stagflasi-dan-beban-fiskal-ri
Praktisi Ekonomi dan Perpajakan Adv. Yulianto Kiswocahyono, SE.,SH.,BKP. (foto: dok. pribadi)

NEWS TIMES – Eskalasi ketegangan konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis pasca laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari 2026 akibat serangan udara. praktisi dari berbagai sektor di Indonesia memberikan peringatan keras mengenai dampak domino yang dapat melumpuhkan stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

Praktisi Ekonomi dan Perpajakan Adv. Yulianto Kiswocahyono, SE.,SH.,BKP menilai, eskalasi kali ini jauh lebih serius. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai, bentuk respons balasan dan diprediksi akan menghilangkan sekitar 20% pasokan minyak dunia dan 30% pasokan LNG dari pasar global.

“Jika konflik berlanjut. Kondisi ini memaksa pemerintah menghadapi dilema antara menaikkan harga BBM subsidi atau membiarkan anggaran boncos,”ucapnya

Yulianto juga selaku Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim mengatakan, penutupan Selat Hormuz dianggap sebagai “jalur maut” bagi ekonomi karena mengganggu 20% pasokan minyak global.

“Kami memprediksi, harga minyak mentah dunia berpotensi menembus angka US$100 hingga US$120 per barel. Risiko pelemahan Rupiah akibat kenaikan biaya impor energi, yang nantinya memicu inflasi pada harga pangan dan barang konsumsi (volatile food),”ujar Yulianto dalam keterangannya kepada Newstimes.id

Yulianto memperingatkan, pemerintah untuk segera menyiapkan skenario mitigasi ekonomi. Karena ancaman Kenaikan harga energi akan memicu biaya logistik naik, yang berujung pada inflasi impor (imported inflation) pada barang-barang konsumsi.

“Sektor keuangan, Bank Indonesia (BI) kini dalam posisi waspada tinggi terhadap tekanan nilai tukar Rupiah akibat sentimen risk-off investor yang beralih ke aset aman (safe haven). Sementara pasar saham, diperkirakan harga saham secara umum akan tertekan akibat ketidakpastian tinggi yang menghambat investasi perusahaan,” imbuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here