Libur Panjang Nataru, Jumlah Wisatawan Gunung Bromo Berpotensi Mengalami Peningkatan

0
304
hiburan-libur-panjang-nataru-jumlah-wisatawan-gunung-bromo-berpotensi-mengalami-peningkatan
Wisata Alam Gunung Bromo (foto: Istimewah)

NEWS TIMES, Bromo – Potensi gunung bromo yang saat ini sedang mengalami status peningkatan aktivitas kawah menjadi level II atau waspada, tak menyurutkan para wisatawan untuk berkunjung guna menjadi libur akhir tahun Nataru (Natal dan Tahun Baru).

Momen libur panjang tersebut, menjadi berkah tersendiri dengan meningkatkan jumlah wisatawan menjadi 40 persen dari hari hari biasa.

Hal tersebut di sampaikan salah satu pemandu wisata yang sehari hari berprofesi sebagai tour guide wisata gunung bromo, yang mengalami jumlah peminat wisatawan menjadi 40 persen,” terang Pemandu Wisata Yohanes, pada Rabu (20/12/2023)

Walaupun Gunung Bromo mengalami peningkatan aktivitas kawah, dalam status level II atau waspada saat ini, namun momen istimewa Nataru membawa berkah tersendiri dengan meningkatnya jumlah wisatawan 40 persen dari hari biasa, jelasnya.

“Kunjungan wisatawan meningkat 40 persen dibanding hari biasa,” terangnya.

Ia melanjutkan, kunjungan wisatawan gunung Bromo sejak hari Jumat yang lalu meningkat di perkirakan bisa sampai menjalang akhir tahun 2023.

Berbagai alasan tentang kenaikan kunjungan wisatawan, karena sudah banyak yang mulai liburan sekolah (semester) dan masyarakat yang ingin menikmati spot keindahan Savana yang baru terbakar gunung Bromo.

“Alasan kedua bisa jadi mereka penasaran Ingin melihat perkembangan spot savana/bukit Teletubbies yang semakin menghijau sehabis terbakar,” urainya.

” Kenaikan jumlah pengunjung bisa jadi juga karena bertepatan dengan, momen spesial Nataru dan spot Sunrise penanjakan, masih menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung, “ungkapnya.

“Untuk wisatawan dari kalangan non pelajar dan mahasiswa, kenaikan dipicu adanya libur Nataru dan daya magnet spot sunrise yang eksotis,” tukasnya.

Mengingat baru saja terjadi terbakar hutan Savana, ia menghimbau kepada para wisatawan untuk tepat menjaga situasi dan tidak untuk melakukan kegiatan kegiatan yang dapat merugikan berbagai pihak.

“Mohon tetap patuhi peraturan dan larangan yang telah dikeluarkan TNBTS, dan tetap menjaga keamanan diri sendiri / rombongan dalam berkunjung,” jabarnya.

Di tempat yang sama, salah sat backpaker asal Kepanjen, Bahril, merasa senang. Karena melihat jumlah pengunjung wisatawan gunung bromo mengalami jumlah peningkatan pengunjung.

“Jadi lumayan banyak dan padat, mulai dari muda sampai tua, hingga turis mancanegara pun ada, dan juga ada event motor trail juga,” jelasnya.

Bahri juga mengatakan, hal senada yang di ucapkan oleh yohanes, rasa penasaran dan mau mengunjungi gunung Bromo di karenakan belum lama ini mengalami kebakaran.

“Iya mereka merasa kepo (rasa ingin tahu besar), pasca adanya kebakaran yang sangat hebat. Selain itu mereka juga ingin menyaksikan Bromo yang dinobatkan sebagai tempat terindah di dunia,” imbuhnya.

“Kami berharap pengunjung selalu menjaga lingkungan, tetap bersih dengan membuang sampah pada tempatnya atau lebih baik lagi membawa turun sampah tersebut,” lanjutnya.

Tak lupa Bahril mengimbau agar pengunjung tetap menjaga kelestarian lingkungan dan adat istiadat budaya dengan menjaga perilaku tetap beradab dan sopan. (Ir/Fb/Newstimes.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here