NEWS TIMES – Tanah kavling yang dibangun perumahan di kawasan kecamatan Pakal, Surabaya diduga tanpa sosialisasi. Selama dilaksanakan pembangunan hingga gelombang kedua belum ada sosialisasi kepada warga sekitar.
Hal itu pun dikeluhkan warga sekitar, bahwa selama ini tidak ada sosialisasi terhadap warga atau melibatkan warga sekitar dalam pembangunan perumahan tersebut. “Hingga saat ini belum ada sosialisasi pak. Itu sudah pembangunan gelombang kedua. Per gelombangnya ada 40 unit rumah, sekarang proses gelombang kedua,” ujar seorang warga, saat ditemui di sekitar lokasi perumahan, pada Rabu (18/2/2026) siang.
Ia pun juga menyayangkan pihak pengelolah tidak pernah bersosialisasi tentang adanya mobil yang riwa-riwi membawa bahan material bangunan melalui akses jalan pemukiman padat penduduk. “Pelaksanaan pembangunan mulai tahun 2025 lalu. Hingga saat ini pengelolah tidak ada sosialisasi sedikit pun terhadap warga sekitar. Bahkan mobil yang membawa material melewati akses jalan pemukiman warga,” pungkasnya
Terpisah, Mundir selaku Ketua RT 4, RW 6 Pakal juga membenarkan bahwa pembangunan perumahan tidak ada sosialisasi sebelumnya dari pihak pengelolah tersebut. “Kalau di tempat saya belum,” ujarnya, saat dikonfirmasi, pada Kamis (19/2/2026) siang.
Atas keluhan warga terkait pembangunan perumahan tersebut. Agus selaku Pihak pengelolah perumahan di kawasan Pakal Surabaya membenarkan bahwa dirinya sebagai pengelolahnya. “Iya benar pak, Silahkan datang ke kantor kami,” singkatnya, saat dikonfirmasi melalui chat whatsappnya, pada Kamis (19/2/2026) malam.
Pada sebelumnya, diduga tanah kavling keluarga dibangun perumahan dan dijual dengan harga rata-rata Rp450 juta – Rp500 juta per unit. Dengan uang muka kurang lebih Rp50 juta – Rp100 juta. “Tanah kavling dibikin perumahan mas. Ini bukan jual tanahnya saja. Pak Agus itu yang punya ini. Tapi ini status tanah keluarga. Mas Agus bagian pengelolahnya,” ujar seorang mandor bangunan perumahan tersebut, saat ditemui pada Sabtu (14/2/2026) siang di lokasi. (SL)
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News




