Ketum MKI Ajak Kolaborasi Realisasikan Transisi Energi

0
50

NEWS TIMES – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) kini memiliki Ketua Umum baru untuk periode 2026–2029. Suroso Isnandar, Direktur EBT PT PLN (Persero), terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) MKI yang digelar akhir pekan lalu. Ia menggantikan Evy Haryadi yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Usai terpilih, Suroso menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.

“Saya merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan melalui Munas MKI pekan lalu. Jabatan Ketua Umum MKI merupakan amanah besar, terutama dalam upaya negeri ini melaksanakan proses transisi energi,” ujar Suroso.

Dalam siaran persnya, Suroso juga mengapresiasi kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MKI periode 2023–2026 di bawah kepemimpinan Evy Haryadi dan Sekretaris Jenderal Arsyadany G. Akmalaputri.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya yang telah membawa MKI hingga saat ini. Apresiasi saya sampaikan kepada Pak Ketum Evy Haryadi, Ibu Sekjen Arsyadany, dan seluruh jajaran atas kinerjanya dalam membangun organisasi, termasuk penyusunan Buku Putih hasil pemikiran Dewan Pakar MKI,” tuturnya.

Suroso menegaskan, MKI yang telah berdiri sejak 1998 dan berusia 27 tahun merupakan wadah komunikasi, koordinasi, dan konsultasi bagi para pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan. Anggotanya terdiri dari berbagai unsur, mulai dari perusahaan ketenagalistrikan, pemerintah, hingga akademisi.

Menurutnya, dengan komposisi multipihak tersebut, MKI memiliki peran strategis sebagai motor penggerak lahirnya pemikiran-pemikiran strategis untuk pengembangan industri ketenagalistrikan nasional, termasuk dalam mendukung proses transisi energi.

Terkait Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang telah disahkan, Suroso menyebut implementasi energi hijau akan menjadi salah satu program utama MKI periode 2026–2029. Ia mengajak seluruh elemen MKI memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Selama ini MKI telah menjadi bagian dari ekosistem ketenagalistrikan nasional. Namun tantangan terus berubah dan mengharuskan kita bergerak mengikutinya. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar MKI untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi agar kontribusi organisasi dalam pengembangan industri ketenagalistrikan semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, MKI berkomitmen mendukung realisasi RUPTL melalui berbagai program organisasi pada periode kepengurusan ini. Komitmen tersebut diarahkan untuk mengawal implementasi transisi energi hijau dengan tetap mengutamakan kedaulatan energi nasional dan penguatan industri dalam negeri.

Sementara itu, Ketua Umum MKI periode 2023–2026, Evy Haryadi, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus yang telah bekerja bersama selama tiga tahun terakhir.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja seluruh jajaran pengurus yang telah bekerja sama membesarkan MKI selama tiga tahun terakhir. Terkhusus kepada Ibu Sekjen Arsyadany G. Akmalaputri yang tanpa lelah mengorkestrasi seluruh elemen MKI bersama para wakil ketua umum, ketua bidang, hingga pengurus daerah, sehingga program yang dicanangkan dapat dieksekusi dengan baik,” kata Evy.

Ia juga mengapresiasi Dewan Pakar MKI yang telah menyusun dan meluncurkan Buku Putih pada Munas lalu. Menurutnya, dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan strategis sektor ketenagalistrikan.

Evy berharap kepemimpinan Suroso dapat membawa MKI semakin maju dan memperkuat kontribusinya bagi sektor ketenagalistrikan nasional.

“Saya berharap di bawah arahan Bapak Suroso Isnandar, MKI semakin jaya dan peran strategisnya dapat dioptimalkan sehingga transisi energi yang menjadi tujuan bangsa dapat direalisasikan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekhilafan, serta berharap momentum Ramadan menjadi ajang saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar MKI dan para pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here