NEWS TIMES, Malang Raya – Wahana permainan yang berada tepat di alun alun Kota Batu, sejak Desember 2022 sudah berhenti beroperasi. Wahana yang menjadi favorit sebagian masyarakat tersebut, karena di nilai murah bagi setiap pengunjung yang ingin menikmati suasana Kota Batu dari ketinggian.
Pemberhentian wahana, yang sudah beroperasi sejak 12 tahun lalu tersebut, di karenakan alasan kelayakan bianglala. Bagian mesin dan kabin sampai saat ini belum sekalipun di lakukan pembaharuan.
Wisatawan yang sudah berkunjung ke alin alun batu, tidak bisa lagi menikmati permainan bianglala pada libur panjang Nataru ( Natal dan tahun baru) di penghujung tahun 2023. Kalaupun di paksa kan, akan dikhawatirkan terjadi insiden.
Tampak jelas papan nama yang bertuliskan pemberitahuan berhenti beroperasi ” Wahana Ferris Wheel” dalam perawatan di loket pembelian tiket yang masih terpasang. Begitu pula kondisi bianglala yang memang sudah nampak berkata di sejumlah bagian.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan beliau tidak memungkiri mesti wahan itu memiliki daya tarik tersendiri, pihaknya tidak akan memaksakan diri.
“Kemungkinan besar, tidak bisa. Kita tidak ingin memaksakan diri. Orang menuntut, ayo bianglala diperbaiki, dibuka, tapi tidak semudah itu. Kalau ada bencana, siapa yang bertanggung jawab,” jelas Aries pada Rabu (6/12/2023).
Beliau menambahkan, hingga liburan untuk menyambut tahun 2024 nanti, kemungkinan untuk beroperasi bianglala itu sengat lah kecil. mengingat berdasarkan hasil uji kelayakan dan kajian keamanan, tidak lah rekomendasi.
“Kalau melihat hasil kajian (kelayakan) harus diganti. Kita tidak mau ambil resiko,” tegasnya.
Aries tidak memungkiri jika keberadaan wahana bianglala tepat di Alun-Alun Kota Batu ini memiliki daya pikat tersendiri. Bianglala ini menjadi alternatif menarik lain bagi wisatawan yang berkunjung ke sana selain jalan-jalan dan makan.
Terlebih, Pemkot Batu sendiri juga menargetkan 10 juta kunjungan wisatawan pada 2023 ini. Wahana bianglala menjadi salah satu daya pikatnya. Sebab itulah nasib bianglala ini menjadi perhatian serius pihaknya untuk segera diganti yang baru.
“Insya Allah akan diganti yang baru. Tapi mungkin baru bisa kita beri perhatian serius pada 2024 nanti,” pungkasnya. (Ir/Newstimes.id)




