NEWS TIMES, Surabaya – Pelayanan Listrik Negara (PLN) Surabaya, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kenjeran padamkan listrik secara massal di beberapa wilayah di Surabaya Utara.
Akibatnya, pedagang warung kopi di wilayah tersebut merasa dirugikan, karena wifi sebagai hiburan pengunjung tak berfungsi alias mati.
Pemadaman tersebut dilakukan berdasarkan adanya pekerjaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Hal itu diberitahukan oleh pihak PLN ULP Kenjeran melalui surat pemberitahuan nomor: 0393/DIS.01.01/F0460300/2023, yang dikeluarkan pada 30 Oktober 2023. Kepada para pelanggan PLN ULP Kenjeran Surabaya Utara.
Isi dalam surat pemberitahuan surat tersebut. “Sehubungan dengan adanya pekerjaan Pemkot Surabaya, yang berdampak pada utilitas kami yang harus dilakukan pemindahan, maka akan dilakukan pemadaman aliran listrik. Guna pengamanan pekerjaan tersebut,” tulis surat yang dilayangkan oleh PLN ULP Kenjeran.

Surat tersebut ditandatangani oleh Manager ULP Kenjeran, Yossi Irawan. Pemadaman berlangsung dilakukan pada 1 November 2023, Pukul 08.00 – 14.00 Wib. Berikut berlangsungnya daerah yang dilakukan pemadaman listrik: Jl Bulak Banteng Madya, Bulak Banteng Gang Kamboja, Gading, Melati, Teratai, Flamboyan, Kenongo dan sekitarnya.
PLN ULP Kenjeran dalam isi surat tersebut juga mewanti-wanti warga yang memiliki genset untuk dipisahkan dengan Instalasi milik PLN.
Sementara, salah satu warga Bulak Banteng Teratai, Zaen mengatakan bahwa padamnya listrik barusan sekitar pukul 12.00 Wib (siang). “Padam jam 12 siang, bukan jam 8 pagi. Dan gak tau ini sampai jam berapa? Karena surat pemberitahuan PLN sampai jam 2 siang,” kata Zaen pengusaha Warung Kopi (Warkop), pada awak media, Rabu (1/11/2023).
Zaen sebagai penjual kopi juga mengeluh dengan adanya pemadam listrik tersebut. Menurutnya pemadam listrik di wilayahnya berdampak pada pelanggan kopinya yang berkurang. “Ya pelanggan berkurang karena wifi juga mati,” keluh Zaen.
Untuk diketahui, pemadaman listrik tersebut diduga dampak pekerjaan proyek box culvert saluran di Jalan Bulak Banteng. Proyek tersebut sudah lama tersendat-sendat. Bahkan beberapa rumah mengalami retak dan sebagian roboh dampak proyek tersebut.
Sementara pihak PLN ULP Kenjeran Surabaya, dengan adanya pemberitahuan Surat tersebut masih belum di konfirmasi. (Amr/Newstimes.id)




