Peringati HUT RI ke 81, Paguyuban Ajak Para Pedagang Pasar Indrakila Liburan ke Sumber Maron dan Masjid Tiban

0
3

NEWS TIMES – Kemerdekaan HUT RI ke 81, kemerdekaan bagi para pedagang yaitu bisa meluangkan waktu berlibur untuk bertamasya kes sebuah tempat wisata. Hal itu lah yang dirasakan oleh Paguyuban Pedagang Pasar Indrakila (PPPI) Surabaya, pada 17 Agustus 2026 lalu.

Para pedagang pasar tradisional ini berlibur ke tempat wisata Sumber Maron Malang. Kekompakan dan kesolidaritasan itulah yang mengikat erat sesama pedagang di Indrakila.

Bagi mereka, merdeka adalah menyempatkan waktu berlibur. Karena selama ini pedagang tidak pernah libur walaupun sehari. Keseharian mereka berjuang untuk menghidupi keluarga kecilnya yang dirumah.

Foto: Paguyuban Pedagang Pasar tradisional Indrakila Surabaya.

Ketua Paguyuban PPI Surabaya, Hj, Yani mengatakan bahwa hal ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Karena para pedagang butuh liburan ke tempat wisata.

“Kemerdekaan bagi pedagang yaitu liburan, maka itu kami sebagai pengurus paguyuban mengajak para pedagang untuk berlibur ke wisata Sumber Maron dan masjid tiban di malang,” katanya.

Menurutnya, ini adalah sebagian kekompakan dan kesolidaritasan sesama para pedagang. “Kekompakan, kerukunan dan kesolidaritasan adalah kunci bagi kita semuanya. Apa yang di peroleh di pasar semuanya kita kembali ke para pedagang. Kami sebagai pengurus paguyuban tujuannya untuk membina para pedagang. Agar para pedagang selalu rukun, kompak dan solid,” terang Yani.

Yani juga menambahkan bahwa pada sebelumnya para pedagang Indrakila pernah tour ke sunan wali lima dan Jogya dalam beberapa tahun yang lalu.

“Pada sebelumnya Paguyuban pernah mengajak para pedagang ke Jogja. Selain itu juga pernah ke sunan wali limo. Hal itulah sebagian dari kekompakan Paguyuban pedagang pasar tradisional di Indrakila. Liburan yang kami adakan bukan hanya sebatas berlibur dan bersenang-senang. Tapi ini cara kami supaya sesama pedagang UMKM yang saling rukun dan kompak,” jelasnya.

Ia juga berharap agar pemerintah selalu mensupport kegiatan pedagang UMKM di pasar tradisional. “Kami hanya pedagang kecil yang butuh support dari pemerintah kota. Karena itulah semangat bagi kami,” pungkas Yani.(SL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here