Penutupan Selat Hormuz Stok BBM Indonesia Cukup 20 Hari, Yulianto Sebut Ambang Batas Riskan

0
71
penutupan-selat-hormuz-stok-bbm-indonesia-cukup-20-hari-yulianto-sebut-ambang-batas-riskan
Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim, Adv. Yulianto Kiswocahyono, SE., SH.,BKP. (foto: dok. Pribadi)

NEWS TIMES – Pasca penutupan Selat Hormuz pada akhir Februari 2026 akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia melaporkan bahwa stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman untuk jangka pendek sekitar 20 hari kedepan.

Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim, Adv. Yulianto Kiswocahyono, SE., SH.,BKP mengingatkan adanya efek domino yang melampaui sekedar volume fisik stok.

“Meski pemerintah menjamin pasokan aman untuk 20-23 hari ke depan, namun kami  mengingatkan cadangan 20 hari merupakan ambang batas yang sangat riskan untuk negara sebesar Indonesia,”ujar Yulianto di Surabaya, Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut, Yulianto menghimbau, tanpa adanya solusi permanen dalam satu bulan, kelangkaan stok bisa memicu kepanikan pasar (panic buying) yang akan mempercepat penipisan cadangan.

Yulianto yang juga analis mengatakan, penutupan jalur ini memaksa kapal tanker mengambil rute lebih jauh, yang secara otomatis meningkatkan biaya logistik dan asuransi pelayaran.

“Konsekuensi yang terjadi adalah lonjakan biaya diprediksi akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga barang pokok, bukan hanya pada harga BBM,”terangnya.

Yulianto memprediksi, setiap kenaikan harga minyak dunia akan memperlebar defisit anggaran akibat beban subsidi energi yang membengkak. Pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS menjadi ancaman tambahan bagi biaya impor minyak mentah yang mencapai sekitar 25% dari total kebutuhan nasional.

“Kami mendorong pemerintah untuk menjadikan krisis ini sebagai momentum percepatan reformasi energi dan diversifikasi ke sumber domestik. Dibutuhkan langkah diplomasi ekonomi yang agresif, untuk mengamankan kontrak jangka panjang dengan pemasok di luar area konflik guna menjaga stabilitas harga di pasar domestik,”pungkasnya.

Dilaporkan terdapat setidaknya dua kapal tanker Pertamina yang tertahan atau terjebak di sekitar Selat Hormuz akibat situasi keamanan tersebut. Pemerintah mulai mengalihkan sumber pasokan minyak mentah ke negara-negara di luar Timur Tengah untuk memastikan kilang domestik tetap beroperasi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here