
NEWS TIMES, Malang Raya – Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi saksi bisu upaya pemerintah dalam menangani dampak inflasi terhadap masyarakat rentan stunting, pada Minggu (3/12/2023).
Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 09.00 WIB ini, merupakan bagian dari Penyaluran Bantuan Pangan Kepada Masyarakat Rentan Terdampak Inflasi (KRS dan KMP).
Sebanyak 146 keluarga di kelurahan tersebut menerima bantuan. Program penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari prioritas Pj Walikota Malang, yang fokus pada penanggulangan inflasi daerah, penurunan angka stunting, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan pelayanan publik.
Slamet Husnan Hariyadi, S.P., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, menjelaskan, Kegiatan Penyaluran Bantuan Bahan Pangan oleh DISPANGTAN hari ini merupakan upaya lintas sektoral dari semua OPD terkait dalam menurunkan jumlah keluarga risiko stunting dan penanggulangan inflasi daerah.
Acara ini dihadiri oleh para pejabat penting, termasuk Walikota Malang, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispartan), Direktur Utama Tunas, Camat Sukun, Lurah dan staf Kelurahan Bandungrejosari, Kapolsek Sukun, Danramil Sukun, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta anggota Linmas Kelurahan Bandungrejosari.
Mereka berpartisipasi dalam penyaluran bantuan yang dilakukan dari pintu ke pintu, memastikan bantuan sampai langsung kepada penerima. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan prevalensi balita stunting di Kota Malang pada tahun 2022 sebesar 18 persen, turun dari 25,7 persen pada tahun 2021.
Kondisi stunting, yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi kritis selama 1.000 hari pertama kehidupan anak, memiliki dampak jangka panjang.
Prof. Candra Fajri Ananda, dosen FEB UB, menekankan pentingnya isu ini.
“Ketika dewasa, anak yang mengalami kondisi stunting pun berpeluang mendapatkan penghasilan 20% lebih rendah bila dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting,”jelasnya.
“Inisiatif penyaluran bantuan pangan di Kota Malang tidak hanya menargetkan pengurangan dampak inflasi, tetapi juga bertujuan mengurangi angka stunting dan kemiskinan,” Jabarnya.
Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berusaha memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya yang paling rentan.
Penyaluran bantuan di Bandungrejosari ini adalah langkah awal, yang akan diikuti oleh penyaluran serupa di kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Sukun dan seluruh Kota Malang, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat. (Ir/Newstimes.id)



