
NEWS TIMES – Andrias (35) warga Simo gunung Kramat barat 4D No 21D, kecamatan Sawahan Surabaya berkeluh atas kurang perhatian pemerintah kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya selama ini terhitung belasan tahun berjualan sayur asin di kawasan jalan Diponegoro (depan kimia Farma) no 94 Surabaya. Tidak ada perhatian khusus dari pemerintah setempat di wilayah tempat tinggalnya.
Andri mengatakan bahwa selama ia berjualan sayur asin sebagai penerus almarhum ayahnya, tidak pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah. “Saya jualan meneruskan almarhum ayah mas. Sekitar kurang lebih 17 tahun. Saya tidak pernah mendapatkan jenis bantuan apapun dari pihak pemerintah. Padahal saya juga warga Surabaya,” ujarnya, pada Kamis (22/10/2026) siang di lapak jualannya.
Andri berstatus beristri dan mempunyai 2 anak ini juga membuka lapaknya mulai pukul 12.00 Wib siang hingga pukul 19.00 Wib malam. Terkadang hanya laku 5 hingga 7 bungkus. “Gak mesti, terkadang laku paling ramai ya 10 bungkus. Kalau sepi gak sampai 10 bungkus,” ungkapnya.
Lanjut Andri, bahwa sejak dirinya menikah hingga saat ini tidak ada bantuan yang ia terima. Mulia dari bantuan sosial (bansos) berupa uang, sembako ataupun rombong jualan. “Gak ada sama sekali mas, sampean tahu sendiri rombong ku ini seperti apa. Dan meskipun saya sebagai pedagang UMKM, tidak ada bantuan rombong untuk berjualan,” kata Andri curahkan keadaannya.
Selain bansos yang tidak pernah menerima, ia juga protes status Desilnya, yang terdata desil 10. “Saya gak punya apa-apa rekk, hutang banyak tapi status data mala terdata desil 10, Oalah.. Bantuan beras pun gak pernah dapat. Rumah kontrak. Untung saja anak saya suka sekolah SD negeri. Kalau gak masuk jelas gak saya sekolah. Karena kalau sekolah swasta pasti bayar,” keluhnya.
Ia berharap kepada Walikota Surabaya sebagai pemegang kendali di kota Surabaya untuk benar-benar memperhatikan rakyatnya. “Ya saya berharap agar pemerintah peduli dan selalu memperhatikan rakyatnya yang tidak mampu. Kalau bisa bantuan apapun itu di survei yang detail dan jelas. Jangan angger diberikan bantuan, soalnya selama ini banyak yang gak tepat sasaran mas,” terang Andri.
“Saya pingin bertempat tinggal di rumah susun (rusun) pemerintah mas. Soalnya saya saat ini kontrak. Jualan seperti ini. Ya semoga saja keluhan saya didengar oleh walikota Surabaya atau Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (SL/Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



