NEWS TIMES – Proyek revitalisasi dan penataan landscape yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 924 juta di lapangan Gajah Mada Lamongan menjadi sorotan publik.
Pasalnya proyek tersebut yang dikerjakan mulai tahun 2022 hingga 2025 belum maximal. Bahkan anggaran proyek tersebut diduga mengalir ke seorang pejabat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Lamongan.
Diduga kuat, proyek yang dilaksanakan oleh CV Alvira Cipta Lestari (ACL) itu ditunggangi oleh oknum pejabat DPRD kabupaten Lamongan berinisal MF.
Sebagai orang dibalik layar, MF diduga mengendalikan proyek revitalisasi dan penataan landscape lapangan gajah mada di Lamongan, dengan anggaran ratusan juta.
Meski proyek tersebut dimenangkan dan dilaksanakan oleh CV ACL. Namun CV tersebut hanya sebatas formalitas dan diduga kuasa penuh ada pada MF.
“Sejak dia (MF) menjabat sebagai petinggi dewan, CV Alvira selalu menjadi prioritas terkait program bantuan fisik maupun pelaksanaan proyek di kabupaten Lamongan. Tapi sebenarnya semua itu pengendalian berada di tangan MF, dan MF ini dalangnya. Beberapa orang mengenal bahwa CV Alvira itu, orangnya MF,” kata sumber internal yang enggan namanya di online, pada Jumat (3/4/3026) malam.
Proyek revitalisasi dalam berlangsungnya pekerjaan selama tahun 2022 hingga 2025 mulai dari tanaman hias dinilai belum adanya hasilnya. Sementara untuk perawatan atau pemeliharaan pun masih belum terlaksana, sehingga banyak tanaman hias yang menjadi ikon utama di Lamongan itu terlihat kering, layu bahkan mati.
“Sejumlah tanaman hias yang kering dan layu, bahkan ada yang mati di kawasan lapangan Gajah Mada Lamongan. Hal itu diduga adanya pembiaran tanpa perawatan maximal. Itu proyek revitalisasi yang menelan APBD ratusan juta,” ungkapnya.
Hal itu diduga kuat adanya indikasi dana revitalisasi mengalir ke MF selaku petinggi di kantor DPRD kabupaten Lamongan.
Proyek ini mulai tahun 2022 hingga 2025 dimenangkan dan dilaksanakan oleh CV ACL, namun pengendalian pekerjaan berada ditangannya MF, dan diduga belasan titik perawatannya dinilai fiktif. “Semua pengendalian ada sebelas titik perawatan fiktif, termasuk data Tempat Pengangguran Terbuka (TPT) di Desa Patalan dan Karang Tinggil,” tandasnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi terkait proyek Revitalisasi Gajah Mada, MF hanya menjawab singkat. “Apa itu,” singkatnya, melalui chat whatsappnya, pada Sabtu (4/4/2026).
Sementara, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan dan Permukiman Cipta Karya kabupaten Lamongan, Drs M Fachrudin Ali Fikri M.Si mengatakan bahwa persoalan di kawasan lapangan Gajah Mada sejak awal tahun 2026 menjadi tupoksi Binamarga.
“Tugas penanganan lapangan gajahmada sejak awal tahun menjadi tupoksi Dinas Binamarga mas,” ujarnya, pada Minggu (5/4/2026).
Saat disinggung terkait Proyek Revitalisasi dan penataan landscape lapangan Gajah Mada selama 2022 – 2025 belum terlaksana maximal, pihaknya tidak mengetahuinya. “Dana perawatan apa ini, Ndak ada yang seperti itu mas,” pungkas Fachrudin.
Sementara, terlihat di lokasi kondisi taman yang seharusnya menjadi ikon baru di Lapangan Gajah Mada justru terlihat memprihatinkan. Tanaman Palm, teh, hingga pretty pink yang menjadi bagian dari penataan kawasan banyak yang layu dan mengering. Dua pohon Palm bahkan sudah dipastikan mati. Sementara hal itu diduga anggaran perawatan tidak terserap.
Hingga berita ini diunggahkan, belum ada komentar dari pihak CV ACL.
Pada sebelumnya, Kewenangan proyek tersebut berada pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Lamongan. Dan dalam lelang proyek dimenangkan dan kerjakan oleh CV Alvira Cipta Lestari (ACL).
Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK), proyek dimulai pada 9 Juli 2025 dengan target selesai 5 Desember 2025. Namun pada hari dan tanggal tersebut, pekerjaan masih berada pada tahap penyelesaian atau finishing.
Kepala bidang (Kabid) Dinas Permukiman Rakyat dan Cipta Karya kabupaten Lamongan, Agus Pindo Basuki, saat itu dalam mengatakan bahwa penataan landscape meliputi pembangunan kolam, air mancur, pemasangan paving, serta penanaman pohon dan berbagai jenis bunga.
“Pekerjaan ini mencakup pembangunan kolam dan air mancur, penanaman 14 pohon Palm setinggi 4 meter, juga berbagai jenis tanaman hias serta pemasangan paving,” ujar Agus, pada bulan Desember 2025 lalu.(SL)




