NEWS TIMES, Jombang – Raut muka tegang terlihat pada diri Ahmad Karim Mubarok. Meski berusaha tegar, bocah berusia 5 tahun ini terlihat pasrah ketika namanya dipanggil di bilik tempat khitan yang disediakan.
Ahmad Karim merupakan satu dari sekitar 80 peserta khitan masal gratis yang diselenggarakan PT Sehat Tentrem Jaya Lestari. Pagi itu dia diantar Bambang Firmasyah sang Ayah.
Bambang terlihat telaten mendampingi putranya. Bahkan ketika masuk keruangan, ia memegangnya dengan erat sampai ke ranjang tempat sunat.
Hingga akhirnya suara tangis pecah. Ahmad Karim tiba-tiba berteriak menangis kencang. Bambang terlihat panik langsung memegang erat tubuh anaknya yang berusaha memberontak.
“Mungkin karena anaknya masih kecil, jadi ya menangis, sekolah TK nol besar. Dan dia mungkin paling kecil di antara peserta lainnya,” kata Bambang ditemui di sela Khitan massal, Minggu (4/2/2024).
Seusai disunat, bocah lima tahun yang terlihat masih merasa kesakitan tidak mau berjalan. Bambang pun langsung membopong anaknya untuk meninggalkan ruangan Khitan massal.
Kejadian anaknya menangis histeris saat disunat itu sejak awal sudah diprediksi Bambang. Sebab, anaknya tidak tahan dengan rasa sakit.
“Jadi pas ada pengumuman khitan massal ini, anak saya pingin ikut mau disunat. Saya sampaikan kalau sunat itu sakit, tapi ngotot berani dan mau iku. Saya khawatir karena dia juga tidak tahan rasa sakit. Tapi namanya orang tua kita turuti saja,” ujarnya.
Selain Ahmad Karim, tangisan anak-anak lainnya juga pecah saat dikhitan. Awalnya mereka happy saja sambil memainkan handphone. Begitu, tim medis hendak menyunat, mereka menangis.
Ketua panitia acara Khitan Massal, Satria Hilmi mengatakan di Pondok Pesantren Majma’al Bahroin Hubbul Wathon minal Iman Shiddiqiyyah itu sudah bertahun-tahun melaksanakan tradisi Khitan massal.
“Kita melestarikan tradisi itu, tahun ini kita lestarikan 80 peserta, yang tahun 2020 jumlahnya 65 peserta, alhamdulillah ada peningkatan,” kata Hilmi.
Tujuan utama, kata Hilmi adalah memberikan contoh kepada anak-anak bahwa khitan adalah salah satu syariat yang harus dilaksanakan umat islam. Dirinya juga berharap ketika mereka sudah Khitan kira harapkan kedewasaannya.
Human Resource Development (HRD) PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, Mulyono menambahkan, jika Sehat Tentrem selalu berbuat sosial dalam setiap momen, seperti pada momentum kali ini.
“Jadi kita, InsyaAllah dalam tiap momen yang baik kita terus berbuat kebaikan, kegiatan sosial, sebagaimana yang kita sampaikan kepada masyarakat, bahwa Sehat Tentrem untuk Indonesia Raya,” katanya.
Mulyono mengungkapkan sejumlah program sosial selama ini telah dilaksanakan. Di antaranya pemberian santunan, hingga bedah rumah.
“Yang jelas rutin itu pembangunan rumah layak huni dalam rangka kemerdekaan bangsa kesatuan sumpah pemuda, itu rutin kita laksanakan,” kata pria asal Kabuh Jombang ini. (bh-newstimes.id)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




