BHS Pastikan Harga Komoditas Pangan di Sidoarjo Teratasi

0
179
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Ir. H Bambang Haryo Soekartono (BHS) kembali melakukan pemantauan harga komoditas bahan pangan di pasar tradisional Sidoarjo. (Yanuar/Newstimes.id)
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Ir. H Bambang Haryo Soekartono (BHS) kembali melakukan pemantauan harga komoditas bahan pangan di pasar tradisional Sidoarjo. (Yanuar/Newstimes.id)

NEWS TIMES, Sidoarjo — Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Ir. H Bambang Haryo Soekartono (BHS) kembali melakukan pemantauan harga komoditas bahan pangan di pasar tradisional Sidoarjo.

Kali ini ia bersama tim BHS peduli nya mengunjungi Pasar Tradisional Betro, Kecamatan Sedati untuk memastikan harga komoditas pangan dan memberikan penghargaan kepada sejumlah pedagang teladan, pada Jumat (1/12/2023).

Bambang Haryo mengatakan dari hasil kunjungannya, komoditas pangan di pasar tradisional Sidoarjo khususnya pasar betro masih dalam batas wajar. Hanya ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti cabai rawit dan beras yang masih tinggi harganya.

“Tadi saya lihat masih dalam batas wajar hanya cabai rawit dan beras yang masih tinggi harganya. Tapi, tidak semahal dengan di Jakarta. Nah ini berarti pemerintah daerah Sidoarjo dapat mengendalikan harga pangan jauh lebih baik dari pada wilayah lain,” kata Bambang Haryo.

Bambang Haryo menyebut Pemkab Sidoarjo telah berhasil mengendalikan gejolak harga pangan. Selain itu, ia juga menyoroti keluhan sejumlah pedagang terkait infrastruktur dan standar keamanan pasar yang dianggap masih kurang.

Caleg DPR RI Dapil Jatim I ini berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terkait infrastruktur pasar. Menurutnya, hal dasar seperti lantai dan penerangan dan bak sampah agaknya menjadi hal utama yang harus segera diperbaiki.

“Ini yang kita harapkan sehingga masyarakat dapat nyaman berbelanja dan pasar menjadi favorit untuk berbelanja. Kita sangat mengharapkan pemerintah kabupaten betul-betul menggelorakan berbelanja di pasar tradisional karena dari sini ratusan ekonomi runtutan tumbuh,” terang politisi senior partai Gerindra itu.

Pihaknya juga menyoal terkait kurang maksimalnya dinas terkait dalam memperhatikan tingkat keselamatan khususnya alat pemadam api ringan (Apar) sebagai langkah pertama pemadaman nyala jika ada kebakaran, hanya ada 2 tabung dengan luasan pasar yang begitu besar.

“Dari 180 pedagang disini minimal ada 4 Apar. Disini hanya ada 2 tabung dan saya akan memberikan 2 tabung lagi untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka,” tegasnya.

Terpisah, Kabid perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Listyaningsih mengatakan beberapa komiditi memang mengalami kenaikan harga menjelang natal dan tahun baru.

“Yang naik gula, telur, cabai. Beras medium juga harganya masih di atas harga eceran tertinggi,” terangnya.

Untuk menekan kenaikan harga tersebut pihaknya berencana memberikan bantuan subsidi ongkos angkut barang kepada para distributor maupun pedagang besar. Sehingga bisa menekan harga di pasaran. (Yn/Newstimes.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here