SPMB Lemah, Dinas Pendidikan Jatim Akui Kelemahan Sistem Jalur Domisili

0
14
spmb-lemah-dinas-pendidikan-jatim-akui-kelemahan-sistem-jalur-domisili
Gedung Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (Foto SL/Redaksi)

NEWS TIMES – Lemahnya jalur domisili diakui oleh petugas di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur (Jatim). Hal itu disampaikan oleh petugas tim pelayanan SPMB jatim, Khairil yang mengakui bahwa adanya kelemahan dari SPMB online yang masih memprioritaskan nilai tinggi di jalur domisili.

“Ini kan salah satu kelemahan sistem SPMB tahun ini. Berarti sistem pada tahun depan harus diperbaiki, sehingga tidak menutup kemungkinan image (pandangan) masyarakat bahwa kata jalur domisili hanya diukur dalam jarak. Sementara yang ada saat ini bahwa domisili ternyata diukur dari nilai. Domisili adalah orang yang bertempat tinggal terdekat di suatu daerah. Cuma ini bedanya apa, pada alat ukurnya bukan pada jarak tapi dari Nilai,” ujar Khairil, saat ditemui di kantor pelayanan SPMB di Dinas Pendidikan provinsi jatim, pada Kamis (2/7/2026).

Sementara, Dani, Tim Pelayanan SPMB di kantor UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan bahwa pada jalur domisili berdasarkan Permendikdasmen No. 3 Tahun 2026. “Jadi apa yang kita wadahi disini berdasarkan dari Permendikbud no 3 tahun 2026. Khususnya di jalur domisili aturan diutamakan nilai dulu baru jarak dan meskipun jarak dekat tapi nilainya kecil tidak lolos. Yang mengesahkan itu dari nilainya,” ujar Dani, saat ditemui pada Kamis (2/7/2026).

Lanjut Dani, menyampaikan bahwa terkait SPMB di jalur domisili tidak mengutamakan jarak tapi mengesahkan dari nilai. “Domisili ini tetap dalam rayon dan tetap diutamakan pertimbangan dari nilai. Nanti tahun depan kita perbaiki dan kita perjelas di jalur domisili pada tahun depannya. Nanti kita akan sampaikan ke kementrian. Domisili adalah jarak dan nilai itu dari Permendikbudnya, bukan dari kita,” pungkasnya, saat ditemui di Jagir Sidoresmo V, Sidosermo, Wonocolo, Surabaya.

Selain petugas SPMB Jatim sendiri yang membenarkan lemahnya sistem di SPMB Jatim online, juga dikeluhkan oleh para orang tua yang berharap anaknya terdata diterima di sekolah sesuai domisili jarak antara rumah dan sekolah terdekat.

Namun hal itu tidak sesuai harapan, lantaran tidak lolos dari data SPMB Jatim di jalur domisili. Meski jalur terdekat antara rumah kediaman ke sekolah tidak lebih dari 1 kilometer.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paeway, saat akan dikonfimasi terkait hal tersebut, justru Kadis tersebut sedang tidak berada ditempat.

Kejadian bermula saat seorang warga Surabaya bernama Saiful melakukan pendaftaran anaknya di jalur domisili terdekat, tidak ada lain berharap agar anaknya bisa diterima dari sekolah yang ia daftarkan, namun gugur.

Ternyata di jalur domisili diprioritaskan melalui hasil nilai yang tinggi. Meski jalur prestasi nilai ada pendaftaran dengan tahapan sendiri.

“SPMB Jatim di jalur domisili tidak sesuai dengan judulnya. Meskipun daftar melalui jalur domisili, tetap diterima berdasarkan hasil nilai tinggi. Jadi nilai tinggi tetap diterima di jalur domisili meski calon murid domisilinya jauh dari rumahnya,” ujar Saiful, pada Kamis (2/7/2026) siang.

Hal itu pun dinilai sangat membingungkan para orang tua yang telah melakukan pendaftaran di jalur domisili, namun anaknya tidak diterima meskipun domisili sangat dekat dengan sekolah yang dituju.

“Kalau judulnya jalur domisili, harusnya memprioritaskan domisili terdekat. Judulnya saja domisili, ya seharusnya sesuai jarak rumah ke sekolah. Tapi nyata di jalur domisili masih ditentukan oleh nilai tertinggi. Padahal kan di jalur nilai dan prestasi sudah ada tahapannya sendiri. Kalau sistemnya seperti ini sangat kacau,” ungkapnya.

Menurut Saiful, semua sudah ada tahapan pendaftarannya sendiri-sendiri mulai dari tahap 1 hingga tahap 4. “Kalau sudah ada tahapan sendiri-sendiri, harusnya sistemnya disesuaikan dengan judul tahapannya. Pada sistem jalur domisili Ini malah tidak sesuai dengan tupoksinya. Kalau seperti ini kan membuat para orang tua bingung dengan sistem yang kacau ini,” pungkasnya. (SL/Red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here