
NEWS TIMES – Momentum hari raya idul fitri identik dengan berkumpul dan piknik bersama keluarga. Tentu lokasi liburan paling favorit antara pegunungan dan pantai.
Seperti halnya keluarga besar Yulianto Kiswocahyono Family Club, memilih lokasi mudik liburannya di kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Kiswocayono Family Club beranggotakan, Yulianto selaku suami, Emy Poedji Lestari selaku istri dan Chiquita Nabila selaku putri Yulianto dan Rico selaku putra bungsu.
Mereka memilih Telaga ngebel karena menyukai sesasi wisata alam yang identik dengan pegunungan.
Selama 2 hari, sejak Jumat tanggal 4 sampai Minggu 5 April 2025 mereka menghabiskan liburannya denga suka cita.
“Sangat luar biasa, Wisata Telaga ngebel memilikis sensasi istimewa, dari mulai rute perjalananya hingga lokasi ngebel, sangat terasa suasana alamnya, “ujar Yulianto yang juga Wakil Ketua Kadin Jawa Timur kepada Newstimes.id.
Lebih lanjut, kata Yulianto telaga ngebel adalah pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin berwisata di kawasan pegunungan. Selain sensasi, juga keindahan alam dan pertunjukan kesenian reog dan musik tradisional
“Sebelumnya kami belum pernah kesini (ngebel), ini untuk pertama kalinya dan polihan tepat. Pokoknya datanglah ke telaga ngebel dijamin tidak mengecewakan,”kata Yulianto
Sementar itu berdasarkan data, Telaga ngebel kedatangan pengunjung selama liburan idul fitri sebanyak 23.413 wisatawan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Destinasi Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Yessy Daniel Baskoro.
Dia menyebut lonjakan kunjungan ini sebagai kedempatan bagi geliat sektor pariwisata daerah pasca pandemi.
“Kami memang tidak menggelar agenda besar selama libur Lebaran, hanya hiburan ringan berupa pertunjukan Reog dan musik pada Sabtu dan Minggu (5–6 April),” ujarnya kepada wartawan di kawasan Ngebel, Minggu sore.
Sejak pagi hingga malam hari, panggung hiburan di pinggir telaga tak pernah sepi. Pertunjukam keseniam Reog dan musik tradisional menjadi daya tarik tersendiri.
“Salah satu gebrakan yang pernah sukses adalah air mancur menari yang kini mulai kehilangan gaungnya. Maka pengunjung butuh pengalaman baru setiap kali datang,” ungkapnya.
Kata Daniel, oerlunya menyusun formula inovasi yang berkelanjutan untuk menghadapi tantangan. Utamanya fasilitan wahan atau event untuk menarik pendapatan daerah.
“Harapan kami ingin Ngebel tetap jadi favorit. Inovasi tidak boleh berhenti,” pungkasnya.
Reporter : Vian/Newstimes.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



