MalangRaya, Newstimes- Polres Malang, lakukan pengetesan urin kepada para sopir secara mendadak kepada sejumlah supir angkutan.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menyambut malam natal dan tahun baru 2024, Polres Malang melakukan sejumlah tindakan guna menekan angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Malang.
Kali ini Polres Malang melakukan pengetesan. urin, kepada sejumlah sopir angkutan umum di terminal Talangagung, Kepanjen Kabupaten Malang, langkah preventif tersebut di ambil untuk upaya penekanan angka kecelakaan lalu lintas yang di akibatkan penyalah gunaan obat obatan terlarang, menjelang perayaan natal 2023, pada Sabtu (24/12/2023).
Kegiatan tersebut di lakukan langsung oleh pasukan gabungan dari personel Satlantas. Satresnarkoba, dan Kedokteran Kepolisian Polres Malang kepada Pengemudi angkutan umum yang sedang beroperasi.
Kasat Lantas Polres Malang mengatakan, bahwa tes urin secara mendadak di lakukan untuk meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jasa angkutan umum maupun tidak menggunakan, jelas “AKP Adis Dani Garta”.
“Kami melakukan pengecekan kesehatan dan tes urine para pengemudi kendaraan bermotor, khususnya pengemudi angkutan umum termasuk kendaraan ekspedisi,” terangnya di Kepanjen.
Beliau juga menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan unit kesehatan, dari Polres Malang. Selain di lakukan tes urine, pengemudi angkutan umum yang melintas, terutama yang mengarah ke arah Kabupaten Blitar, mengingat peningkatan aktivitas terjadi menjelang libur Nasional.
Dari hasil pengetesan urine pada sejumlah sopir angkot, tidak di ketemukan pengemudi mengkonsumsi obat-obatan terlarang maupun minuman keras.
“Pengecekan ini akan dilakukan secara berkala dan acak sebagai bagian dari langkah preventif kepolisian,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kasih humas Polres Malang, menerangkan selain tes Urine, pada masa liburan akhir tahun, juga di berlakukan pembatasan kendaraan berukuran besar. Walaupun demikian, kendaraan besar yang biasa mengangkut bahan kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar, tetap di perbolehkan beroperasi, “kata Ipda Muhammad Adnan”.
Untuk menyikapi prediksi dari Kementrian perhubungan, melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Ipda Adnan mengungkapkan, pergerakan masyarakat pada masa liburan libur panjang nasional tahun 2023 dan tahun 2024 mencapai angka 107,63 juta orang, dan saat ini meningkat menjadi 143,65 persen di bandingkan tahun sebelumnya.
“Pada masa libur Nataru 2024, akan dilakukan pembatasan kegiatan operasional dari kendaraan-kendaraan besar, memberikan ruang gerak lebih terhadap kendaraan pribadi maupun umum,” tutupnya. (fan)




