
NEWS TIMES – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Timur menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I di Surabaya, Selasa (21/10/2025).
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan otoritas perpajakan, dalam rangka mendukung peningkatan penerimaan negara tanpa menghambat keberlangsungan usaha di daerah.
Dalam kesempatan itu hadir, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP, bersama jajaran pengurus organisasi tersebut.
Yulianto menuturkan, bahwa pentingnya keseimbangan antara kebijakan fiskal pemerintah dan kondisi nyata dunia usaha.
“Pelaku usaha tidak menolak pajak, namun membutuhkan kepastian dan proporsionalitas dalam penerapannya. Pajak seharusnya menjadi instrumen pembangunan yang mendorong produktivitas dan investasi, bukan menjadi beban tambahan,” ujar pria yang juga berprofesi Praktisi Perpajakan.
Lebih lanjut, Yulianto menambahkan, kolaborasi antara DJP dan KADIN Jatim perlu difokuskan pada komunikasi terbuka serta edukasi berkelanjutan, agar para pelaku usaha memahami kewajiban perpajakan secara efektif.
“KADIN Jatim siap menjadi jembatan antara pengusaha dan pemerintah untuk memastikan kebijakan fiskal yang diterapkan sejalan dengan dinamika ekonomi di lapangan,”ungkapnya dia.
Kepatuhan pajak yang tumbuh dari pemahaman dan kepercayaan akan lebih kuat dibandingkan kepatuhan yang dipaksakan.
“Kita ingin membangun budaya pajak yang sehat, adil, dan berkelanjutan,” tutup Yulianto.
Ditempat sama, H. Adik Dwi Putranto menuturkan sinergi tersebut untuk mewujudkan iklim usaha yang sehat. Tentunya Kadin berkomitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sistem fiskal nasional.
“Kerja sama yang erat dengan DJP penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Kami selalu terbuka untuk berdialog dan mencari solusi bersama,”tuturnya.
Masih kata Adik, Dunia usaha yang kuat akan memperkuat basis pajak negara. Karena itu, hubungan antara pemerintah dan pengusaha harus dibangun dengan semangat kolaborasi, bukan konfrontasi.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Samigun menyambut positif langkah KADIN Jatim dalam memperkuat komunikasi dengan otoritas pajak.
“Tentunya komitmen DJP untuk menerapkan pendekatan yang lebih humanis dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kami sangat terbuka terhadap dialog seperti ini. Dunia usaha merupakan mitra penting dalam menjaga stabilitas fiskal. Melalui komunikasi langsung, kami dapat memahami kondisi di lapangan dan mencari solusi bersama,” ungkap Samigun.
Perwakilan asosiasi pengusaha lintas sektor, serta Direktur Eksekutif KADIN Jatim, H. Heru Pramono, S.H., M.HP. menjelaskan, sinergi berkelanjutan untuk stabilitas ekonomi daerah
“Audiensi tersebut menjadi bagian dari agenda KADIN Jawa Timur dalam memperkuat koordinasi dengan instansi pemerintah, khususnya otoritas perpajakan, guna memastikan kebijakan fiskal yang seimbang antara kepentingan negara dan pelaku usaha,”pungkasnya.
Reporter : Wahyu / Newstimes.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



