Hadiah dari Warga untuk Warga, Istilah itu Digagas Sebagai Kemeriahan HUT RI di Perum Royal 6 Pamekasan

0
142
hadiah-dari-warga-untuk-warga-istilah-itu-digagas-untuk-memeriahkan-hut-ri-di-perum-royal-6-pamekasan
Warga Perumahan Royal 6 Tambung, Pamekasan menerima hadiah doorprize yang berasal dari pemberian warganya sendiri. Minggu, (24/8/2025). (Foto: Dok. Warga for Newstimes.id)

NEWS TIMES – Hey guys kalian tau gak istilah, apa yang kita beri kembali lagi kepada yang memberi.?

Istilah ini sangat umum yang biasa disebut dari warga untuk warga adalah saudara, tetangga, atau rekan.

Karena istilah ini merujuk pada hubungan antarindividu yang hidup dalam komunitas atau masyarakat yang sama tanpa melihat perbedaan status kewarganegaraan, melainkan berdasarkan kedekatan hubungan sosial dan wilayah tempat tinggal perkampungan atau perumahan.

Ya…!!! itulah yang dilakukan warga Perumahan Royal 6 Tambung, Kabupaten Pamekasan.

Tanpa adanya sponsor, dan tanpa pungutan. Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, tahun 2025 ini, warganya dihibur dengan kegiatan 17-an seperti lomba dan jalan sehat, namun uniknya hadiah yang diberikan berasal dari warga itu sendiri.

Hal ini cukup menarik, karena baru kali ini ada suatu wilayah perumahan di Pamekasan yang warganya saling memberi bingkisan hadiah untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI.

Lantas bagaimana ulasannya ?

Berawal dari suatu kegiatan kemasyarakatan setempat yang dalam kesempatannya membahas HUT Kemerdekaan RI ke-80, kemudian menghasilkan sebuah kesepakatan yang di gagas oleh Ketua Perumahan Royal 6 Pamekasan, Pak Gian.

Kesepakatan itu adalah, untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80, warga diusulkan untuk membuat suatu hadiah berupa barang jenis apapun 1 rumah 1 bingkisan. Kemudian dikumpulkan bersama-sama hingga nantinya dibagikan kembali namun secara acak.

Sistem acak yang dimaksud adalah, hadiah itu dibagikan kembali untuk pemenang lomba ataupun yang kalah khususnya anak-anak, berikutnya diberikan sebagai doorprize menarik.

Bendahara setempat, Khoirul Anam mengatakan, konsep ini masih belum pernah terdengar bahkan belum ada.

“Konsep hadiah dari warga untuk warga ini terinspirasi dari kebiasaan manusia yaitu solidaritas, kompak dan sosial antar individu. Terutama simbol pembuktian saling berpartisipasi,”ungkap Elung sapaan akrab Khoirul Anam, Minggu (24/8/2025).

Lebih lanjut, Elung mengatakan, tentu yang kita tahu, banyak wilayah lain warganya dipungut biaya untuk menyumbang kegiatan HUT Kemerdekaan RI. Namun kita tidak.

“Di wilayah kami tidak dipungut biaya sepeserpun, bahkan kupon kita gratiskan. Untuk itu kami kemudian membuat konsep yang berbeda yaitu warganya dianjurkan membuat suatu bingkisan hadiah yang dikumpulkan dan dibagikan kembali ke warganya, termasuk yang kalah lomba anak-anak, “ujarnya.

Alhasil, kata Elung, warga antusias dan semangat.

“Kami tidak minta lebih dari warga, cukup satu rumah satu bingkisan kemudian dikumpulkan di panitia. Namun yang terjadi diluar ekspektasi, warga berbondong -bondong lebih dari apa yang kita usulkan, ada yang memberi lebih dari satu, lebih dari dua,” kata dia.

Lebih lanjut, Elung mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga atas partisipasinya dan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan dalam rangka menyambut kemerdekaan RI ke-80 ini.

“Tentunya tujuan konsep ini, adalah selain memeriahkan hari kemerdekaan, juga membangun kepedulian, solidaritas antar warga dan guyub rukun, serta saling merasakan kebahagian bersama,”ungkapnya.

Editor : Malik/ Newstimes.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here