Dialog Komunitas Ojol Bersama Pemkot Malang, Dalam Segi perlindungan Hukum

0
193
Jalin silahturohmi, antar komunitas ojek online ( ojol ), bersama Badan kesatuan Bangsa dan politik ( Bakesbapol ) Kota Malang. (Foto: Irfan/Newstimes.id)
Jalin silahturohmi, antar komunitas ojek online ( ojol ), bersama Badan kesatuan Bangsa dan politik ( Bakesbapol ) Kota Malang. (Foto: Irfan/Newstimes.id)

NEWS TIMES, Malang Raya – Jalin silahturohmi, antar komunitas ojek online ( ojol ), bersama Badan kesatuan Bangsa dan politik ( Bakesbapol ) Kota Malang, telah sukses di adakan pada Selasa, 28 November 2023 di ruang rapat Bakesbangpol.

Acara yang bertujuan sebagai bentuk untuk mewujudkan “Bumi Arema Damai” di hadiri oleh 100 peserta. Kegiatan yang di hadiri langsung oleh Kepala Bidang Wasnas, Ir. Ade Herawanto, MT, Kepala Bidang Iwasbang dan Ketahanan Eksosbud, Sukristiyono Apriyidarmo, S.Sos., M.AP, serta berbagai perwakilan dari manajemen Gojek dan Shopee, termasuk komunitas driver online, berlangsung dengan lancar.

Kabid Wasnas memaparkan, pentingnya silaturahmi antara Komunitas Ojek Online dengan Pemerintah Kota Malang.

Sementara itu, Kabid Iwasbang Han Eksosbud menggarisbawahi pentingnya menjaga kesatuan bangsa dan menciptakan Pemilu yang damai.

“Kebebasan dan pilihan yang berbeda adalah keniscayaan, yang terpenting menjaga silaturahim,” kata beliau.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya wadah informasi dari Komunitas Ojek Online sebagai penyampai informasi di wilayah.

Ini termasuk pembahasan tentang perlindungan hukum kepada Driver Ojek Online, setara dengan pekerja formal lainnya.

Dialog interaktif yang terjadi mencakup apresiasi atas kegiatan silaturahmi ini dan kebutuhan akan pertemuan serupa di masa depan.

Juga dibahas adalah netralitas Perangkat Negara dalam Pemilu dan keinginan Pekerja Online untuk menyampaikan pendapatnya dengan audiensi bersama Pimpinan Daerah Kota Malang.

Salah satu catatan penting dari pertemuan ini adalah adanya keinginan usulan perlindungan hukum secara formal kepada Pekerja Online.

Selain itu, muncul harapan dari Pemerintah Kota Malang untuk membangun shelter dan berlindung bagi Pekerja Online, serta sosialisasi pemberian tanda batas zona merah online.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan komunitas ojek online dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan aman bagi pekerja online.

Ini merupakan langkah penting dalam mengakui dan melindungi hak-hak pekerja di sektor ekonomi digital yang terus berkembang.

“Saiki diusumno a jargon malang opo jare arek-arek“, ungkap Ade Herawanto dalam penutupan acara itu. Jargon yang bernuansa kepedulian dan rasa memiliki arek-arek Malang terhadap tanah kelahirannya, bumi Arema, agar tetap kondusif dan sejuk damai di tengah suasana panas geopolitik global maupun menghangatnya isu-isu politik dalam negeri saat ini. (Ir/Newstimes.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here