ADAKSI Pusat, Aksi Demonstrasi di Istana Negara Tuntut Tukin Jelas

0
232

NEWS TIMES – Seluruh dosen ASN di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) bulat tekad memperjuangkan hak mereka. ADAKSI Pusat: Aksi Demonstrasi 3 Februari 2025 di Istana Negara Tukin For All, Hak yang Tak Bisa Ditawar.

Dengan satu suara, menuntut pemerintah segera membayarkan tunjangan kinerja (tukin) bagi dosen ASN di lingkungan kerja Kemendiktisaintek tahun 2025, serta memastikan pembayaran tukin bagi semua dosen ASN, tanpa kecuali.

Tuntutan ini berlaku untuk dosen ASN yang mengajar di PTN Satker, BLU, PTNBH, maupun di LLDikti, sebagaimana hak yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Pasal 80 tentang Aparatur Sipil Negara. Selama ini, dosen ASN di Kementerian lain telah menerima tukin sejak tahun 2012, sedangkan dosen ASN di Kemendiktisaintek terus diperlakukan tidak adil menuntut hak yang selama ini diabaikan.

Demi menegakkan keadilan ini, ribuan dosen yang tergabung dalam ADAKSI dari seluruh provinsi di Indonesia akan bergerak ke Jakarta dan melakukan aksi demonstrasi di Istana Negara pada Senin, 3 Februari 2025. Tidak meminta belas kasihan menuntut hak yang telah tertunda selama 5 tahun ini.

Ketua Koordinator Nasional (Kornas) ADAKSI Pusat, Anggun Gunawan, menegaskan bahwa aksi ini tidak akan dibatalkan atau ditunda, meskipun ada berbagai upaya untuk menggagalkannya.

“Kami tetap akan turun ke jalan pada 3 Februari 2025 dengan dua tuntutan utama: Segera bayar tukin dosen ASN di Kemendiktisaintek dan berlakukan tukin untuk semua dosen ASN di Indonesia Tukin For All!,” ujar Anggun dalam pernyataan resminya pada Jumat (31/01/2025).

Selain itu, Anggun, mengatakan, Solidaritas Tak Terbendung : Dosen Bergerak ke Jakarta dari Seluruh Penjuru Indonesia. Demi perjuangan ini, seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) ADAKSI di berbagai provinsi terus berkoordinasi dan memastikan kesiapan massa aksi. Bahkan, banyak dosen telah mulai bergerak ke Jakarta dengan berbagai cara melalui jalur darat, udara, hingga kapal laut dari daerah-daerah terjauh di Indonesia.

“Saat ini koordinasi sangat solid! Ada yang melaporkan bahwa dosen dari Sulawesi sudah naik kapal laut, sementara yang lain sudah dalam perjalanan darat. Semangat ini sungguh luar biasa dan mengharukan,” ungkap Anggun.

Dosen-dosen yang tidak bisa berangkat bahkan rela menyumbangkan dana di wilayah masing-masing untuk membantu biaya perjalanan perwakilan yang akan turun aksi di Jakarta. Ini adalah bukti bahwa perjuangan ini bukan sekadar aksi, tapi gerakan moral untuk menegakkan keadilan.

Dibatasi 300 Orang, tapi Semangat Tak Terbendung Meskipun jumlah massa aksi yang dilaporkan ke pihak keamanan hanya sekitar 300 orang, Anggun mengungkapkan bahwa sebenarnya ribuan dosen siap turun ke Jakarta.

“Kami sengaja membatasi jumlah peserta yang berangkat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, di balik jumlah yang terlihat kecil ini, ada ribuan suara dosen ASN di seluruh Indonesia yang turut berjuang dengan hati dan solidaritas luar biasa!,” ungkapnya.

Anggun juga menegaskan bahwa upaya pihak-pihak tertentu untuk menggagalkan aksi ini dengan berbagai tekanan dan provokasi tidak akan berhasil.

“Kami tidak takut! Kami hanya menuntut hak kami yang tak kunjung dibayarkan selama 5 tahun. Kami bukan makar! Kami tidak melanggar hukum! Justru menolak aksi ini berarti melanggar konstitusi,” tegasnya Anggun.

Perjuangan ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang martabat dan penghargaan terhadap dunia akademik di Indonesia. Pemerintah harus sadar bahwa tanpa dosen, negeri ini tak akan maju.

Tukin for All: Keadilan untuk Dosen Indonesia!

Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) akan tetap tegak, tetap bergerak, dan tidak akan berhenti sebelum tuntutan ini dikabulkan menuntut keadilan, bukan belas kasihan.

Reporter : Fredy/Newstimes.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here