NEWS TIMES, Malang Raya – Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kepung Balai Kota Batu untuk protes terkait pengelolahan sampah yang tak kunjung tuntas, Selasa (9/1/2024).
PJ Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai memberikan tanggapan atas tuntunan yang dilakukan organisasi masyarakat tersebut. Melalui surat elektronik, Aries menyampaikan bahwa, pemerintah Kota Batu telah memenuhi semua tuntutan yang telah diajukan oleh warga Desa Tlekung, pada tanggal (29/1/2024).
“Ada enam poin yang telah dipenuhi oleh Pemkot Batu, termasuk dalam memaksimalkan proses pengolahan sampah, dan memastikan TPA Tlekung tidak di perluas, dan melakukan kajian TPA di beberapa lokasi, “ujar Aries melalui rilisnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini, perkembangan pengelolaan sampah di Kota Batu telah mencapai hasil yang sangat memuaskan. Tiga mesin incinerator di TPA Tlekung telah beroperasi untuk mengolah sampah residu zero waste. Maka dari itu, sampah yang masuk tidak akan menimbulkan limbah baru seperti air lindi dan tumpukan sampah.
“Sampah di TPA saat ini sudah langsung diolah sehingga zero waste dengan mesin incinerator. Dengan demikian, sampah yang masuk tidak menimbulkan limbah baru, baik air lindi maupun tumpukan sampah baru,” terangnya.
Selain itu, secara berkala melakukan pengecekan terhadap mesin incinerator di TPA Tlekung. Mesin tersebut bekerja selama 14 jam sehari, dengan satu mesin digunakan untuk mengelola sampah yang masih tersisa di TPA, satu mesin untuk mengolah sampah harian yang masuk langsung ke TPA, dan satu mesin lagi untuk mengolah sampah dari warga Desa Tlekung.
“Saya telah berkeliling langsung melihat perkembangan pengelolaan sampah di Kota Batu. Dan atas nama Pemerintah Kota Batu, kami telah memenuhi semua point-point yang menjadi tuntutan warga Desa Tlekung pada tanggal 29 Juli 2023 lalu,” jelasnya
Selama ini, pihaknya telah melakukan kunjungan di 24 desa dan kelurahan di Kota Batu, dan hampir seluruhnya telah memiliki Tempat Penampungan Sampah 3R (TPS3R) untuk mengolah sampah secara mandiri.
Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik membutuhkan waktu dan biaya yang tinggi, namun dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam memilah sampah di rumah, masalah pengelolaan sampah dapat segera teratasi.
“Saya telah berkeliling ke setiap desa dan kelurahan, untuk melilhat TPS3R. Semua TPS3R sudah siap 80 persen. Perkembangan ini sudah sangat bagus karena sebelumnya masih ada desa dan kelurahan yang belum punya TPS3R tapi saat ini sudah punya dan di tahun ini, kita akan menyempurnakan TPS3R desa dan kelurahan agar berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Aries juga menyatakan bahwa keberhasilan dan kesuksesan dalam pengelolaan sampah sudah sangat baik dilakukan di tahun 2023. Namun tata kelola sampah yang baik membutuhkan proses yang panjang dan biaya yang tinggi.
Ia yakin dan percaya, dengan kesadaran dan peran aktif yang tinggi bersama seluruh masyarakat, dengan melakukan pilah sampah dari rumah, akan memudahkan petugas sampah dalam mengangkut dan mengolah sampah di TPS3R maupun di TPA Tlekung. Dengan demikian, permasalahan pengelolaan sampah akan segera teratasi.
“Di Tahun 2023, capaian pengelolaan sampah sudah cukup berhasil dan kesuksesan pengolahan sampah di Kota Batu sudah lebih terlihat. Kita berharap peran aktif masyarakat untuk bersama-sama bisa mengelola dan memilah sampah dari rumah agar memudahkan petugas sampah untuk mengangkut dan mengelola sampah agar lebih cepat lagi baik di TPS3R maupun di TPA,” hImbaunya.
Aries menyampaikan terkait tuntutan organisasi kemasyarakatan yang mengatas namakan warga Tlekung sangat tidak berdasar sama sekali.
“Hal ini saya sampaikan, karena saya selalu terjun langsung mulai dari memimpin pembersihan sampah di wilayah perkotaan sampai di pinggiran, termasuk pengecekan di TPA Tlekung, sehingga saya memahami masih ada oknum-oknum yang membuang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya, dan ditangani langsung oleh kami bersama petugas kebersihan Dinas LIngkungan Hidup,” timpalnya.
Ia berharap, dukungan semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat Kota Batu di tahun ini agar lebih peduli dan sadar pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, apakah itu dari rumah maupun dari berbagai tempat, apakah itu restoran dan hotel. Kalau ada kesadaran memiliah sampah dari rumah, tentunya akan memudahkan memproses sampah lebih baik lagi.
“Jadi butuh kepedulian bersama. Semua kita lakukan karena kecintaan kita kepada Kota Wisata Batu, agar Kota ini menjadi kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat Kota Batu, lebih peduli dan sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Ia juga menekankan bahwa semua tindakan ini dilakukan karena cinta terhadap Kota Wisata Batu, agar kota ini tetap bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi semua masyarakat. (Ir/Fb/Newstimes.id)




