Wisata Bowele Tirtoyudo Raih Penghargaan dari Kementerian Pariwisata RI

0
269
daerah-wisata-bowele-donomulyo-raih-penghargaan-dari-kementerian-pariwisata-ri
Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno, memberikan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainable (CHSE) kepada pantai Bowole. (foto: Irfan/Newstimes.id)

NEWS TIMES, Malang Raya – Dunia pariwisata Kabupaten Malang, di pastikan bisa menjadi potensi kunjungan wisatawan setelah adanya penghargaan istimewa dari kementerian pariwisata Republik Indonesia.

Kementrian pariwisata memberikan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainable (CHSE) kepada pantai Bowole yang berada di Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, pada Rabu (20/12/2023).

“Alhamdulillah Kami mendapatkan sertifikat CHSE yang diberikan langsung Menteri Pariwisata Sandiaga Uno,” tandas Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bowele, Mukhlis, kepada media.

Penyerahan sertifikat di lakukan, di gedung Sapta Pesona Jakarta, bersama dengan pemberian kepada empat destinasi lainnya.

Beberapa tempat wisata yang mendapatkan penghargaan di antaranya, Desa Wisata Iboih, Kota Sabang, Desa Wisata Duren Sari Sawahan, Kabupaten Trenggalek, Desa Wisata Bira Tengah, Kabupaten Sampang, dan Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.

“Harapan Kami dengan diraihnya sertifikat CHSE wisatawan merasa aman, nyaman, sehat, keselamatan terjamin dan wisatawan banyak datang ke Bowele,” mengakhiri.

Sebagai tindak lanjut, dan pemberian apresiasi kepada lima desa pemenang tersebut. Program Anugerah Desa wisata Indonesia (ADWI), dan CHSE tahun 2023, deputi bidang industri dan investasi usaha, telah memberikan fasilitas pembiayaan sertifikat SNI CHSE kepada pelaku usaha.

Dan akan di lanjutkan untuk bekerjasama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN),yang telah melakukan sosialisasi penerapan SNI CHSE kepada para pelaku usaha di 5 Desa

Selanjutnya bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasonal (BSN) telah melakukan sosialisasi dan pendampingan penerapan SNI CHSE kepada para pelaku usaha di 5
Desa Wisata tersebut.

Lembaga Sertifikasi (LSPR) usaha pariwisata telah melakukan audit secara sampling, mengacu pada dokumen Komite Akreditasi Nasional KAN K-08.70 Rev.01, dan menyatakan lulus sertifikasi sehingga berhasil memperoleh status Desa wisata tersertifikasi SNI CHSE.

Pemberian sertifikat ini merupakan rangkaian kegiatan Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) dimana masing-masing kedeputian di Kemenparekraf/Baparekraf membuat booth pameran.(Ir/Fb/Newstimes.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here