BNN Jatim dan LAN Surabaya Ingatkan Bahaya Narkoba Mengintai Pelajar Saat MPLS

0
1

NEWS TIMES – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur mengingatkan para pelajar agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Edukasi tersebut disampaikan kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 sebagai upaya membangun ketahanan diri generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotikaka.

Ardeta Surya Asmara, SH, LLM, Penelaah Teknis Kebijakan BNNP Jatim menjelaskan, peredaran narkoba kini semakin berkembang dengan berbagai modus dan jenis baru yang menyasar kalangan remaja. Selain ganja, sabu, dan ekstasi, saat ini juga marak penyalahgunaan obat-obatan tertentu, gas nitrous oxide atau “gas ketawa”, hingga vape yang mengandung etomidate yang dapat membahayakan kesehatan bahkan mengancam nyawa.

“Penyalahgunaan narkoba terus berkembang dengan berbagai modus dan jenis baru yang menyasar generasi muda. Karena itu kami mengajak para pelajar membangun ketahanan diri, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri,” kata Ardeta di sela sosialisasi bahaya narkotika di SMAN I Surabaya, Kamis 16 Juli 2026.

BNN Jatim menekankan, ketahanan diri menjadi benteng utama bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan menggunakan narkoba. Kemampuan mengendalikan diri, bersikap tegas menolak ajakan negatif, serta aktif dalam kegiatan positif dinilai mampu mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. MPLS 2026.

Sementara itu, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Surabaya, Antonius mardiyanto S.Han, mengatakan pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak masa MPLS menjadi langkah strategis untuk membentengi generasi muda.

“MPLS merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan kesadaran kepada para pelajar tentang bahaya narkoba. Jangan pernah menganggap mencoba sekali itu aman, karena penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, masa depan, bahkan menghilangkan cita-cita generasi muda. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” ujar Antonius.

BNN Jatim juga mengajak para pelajar menjadi pelopor gerakan anti narkoba dengan berani menolak setiap ajakan menggunakan narkoba, melapor kepada guru maupun orang tua apabila menemukan indikasi penyalahgunaan, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here