
NEWS TIMES – Pola pembinaan sepak bola di tanah air kini mengalami pergeseran ke arah yang lebih profesional. Tidak lagi sekadar mengandalkan bakat alam atau turnamen antar-kampung, kehadiran akademi sepak bola yang terstruktur kini menjadi pilar utama dalam mencetak generasi emas pesepak bola masa depan yang mandiri dan kompetitif.
Pamekasan Soccer Academy (PSA) yang didirikan Mantan Kepala Pelatih Persepam Pamekasan, Ibnu Jainur Rahman, menceritakan, PSA didirkan pada tahun 2024, berawal dari saat dirinya mulai menahkodai skuad Persepam dan tim Pra Porprov Pamekasan pada tahun 2022 lalu. Selama proses seleksi dan latihan, ia mengidentifikasi banyak pemain muda potensial yang justru masih lemah dalam penguasaan teknik-teknik dasar olah bola.
“Berdirinya Pamekasan Soccer Academy terinspirasi saat saya sebagai pelatih Persepam Pamekasan kala itu tahun 2022, melihat teknik dasar dari pemain banyak yg memprihatinkan. Contohnya, dari segi teknik passing dan kontrol bola yang belum bisa selayaknya pemain, kemudian lagi banyak anak-anak usia dini yg kecanduan gadget termasuk anak saya sendiri.
Dari rasa prihatin itu akhirnya saya mengajak anak saya untuk berlatih bola secara mandiri,”ujar Ibnu Founder PSA kepada Newstimes.id, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut, Ibnu mengungkapkan, jumlah peserta yang tergabung di PSA sebanyak 32 siswa dan usia rata-rata 8 tahun. Tentunya kehadiran Pamekasan Soccer Academy diharapkan mampu menjadi jembatan atau feeder utama dalam menyuplai bakat-bakat lokal matang.
“Dengan kehadiran akademi sepak bola baru ini dirancang khusus untuk menawarkan program pelatihan terstruktur bagi anak-anak usia dini di wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kurikulum sepak bola modern harus ditanamkan sejak anak-anak bersentuhan pertama kali dengan bola. Di sinilah peran krusial akademi, yaitu membangun muscle memory dan pemahaman posisi yang benar sejak dini,” ucapnya.

Menurutnya, untuk menarik langkah minat anak-anak agar mencintai sepak bola. Pamekasan Soccer Academy menerapkan metode pelatihan yang adaptif. Di tahap awal pembinaan, siswa tidak langsung dibebani dengan taktik dan strategi bermain yang berat. Sebaliknya, porsi latihan dikemas melalui konsep fase kegembiraan (fun football).
“Metodenya menggabungkan permainan ketangkasan dengan bola untuk membangun refleks motorik anak. Kemudian berfokus penuh pada cara menendang (passing), mengontrol (controlling), dan menggiring bola (dribbling) yang benar, serta mengajarkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan rasa percaya diri sejak dini, “kata Ibnu.
Ibnu menilai, langkah strategis pembinaan usia dini dinilai sangat tepat waktu, mengingat geliat industri sepak bola di Kabupaten Pamekasan saat ini tengah berkembang pesat.
“Bagi orang tua di wilayah Pamekasan dan sekitarnya yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, manajemen akademi membuka kesempatan lebar untuk bergabung dalam sesi latihan rutin demi menyalurkan minat dan bakat sepak bola secara terarah,”pungkasnya.
Sebagai informasi :
Lokasi Latihan : Lap. Pesad Center Pamekasan
Kantor PSA : Jalan KH. Shinhaji, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.
Biaya Pendaftaran : Rp200.000 (includ jersey 1 stel dan 2 kali pertemuan dalam seminggu)
Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News



