NEWS TIMES – Komunitas Persatuan Batu Nusantara (PBN) menyambung silahturahmi dalam peringatan satu suro dengan menggelar kontes batu uji tembak di jalan Sidotopo Wetan, Simokerto Surabaya, pada Minggu (14/6/2026).
Satu suro yang jatuh pada 16 Juni 2026, sangat ditunggu-tunggu oleh para spiritualis dengan berkumpul menyambung silaturrahim pada acara uji tembak batu akik yang di gelar oleh komunitas PBN.
Ketua PBN Gus Sunyoto mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan rutinan untuk menyambung silaturrahim antar komunitas pencinta batu yang di gelar untuk memperingati suroan.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati satu suro atau suroan. Kontes uji batu tembak ini sebagai perantara untuk menyambung silaturrahim bersama saudara-saudara pencinta batu alam Nusantara,” ujarnya, saat di temu di sela-sela kegiatannya.
Kontes yang diadakan oleh PBN tersebut berhadiah 3 unit motor, Piala, sertifikat dan hadiah menarik lainnya termasuk adanya door prize bagi para pesertanya.
“PBN menyiapkan hadiah sebanyak 3 unit motor anatara juara satu, dua dan tiga. Selain itu juga ada hadiah menarik lainnya. Serta ada door prizenya. Bahwa kegiatan ini sebagai bentuk menyambung silaturrahim kepada para komunitas pencinta batu Nusantara,” tambahnya.
Menurut Gus Sunyoto, kegiatan ini terbuka untuk umum bagi para komunitas pencinta batu maupun perorangan penghobi batu alam. “Dari sinilah kami merekatkan saudara, mulai dari batu kita bersatu dan dari cincin kita mengenal,” terangnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh para komunitas pencinta batu diantaranya yakni Komunitas mulai dari komunitas batu Maestoh, Petros, Pandawa, Junjung derajat , Gatama, Propams, Pokemon, KBBS, Manggis, Stone, MBM, Buaya Putih, Goib dan Mastekah.
“Dari para komunitas atau pun ada yang perorangan juga datang dari Jawa Barat dan juga dari Sumenep Madura untuk mengikuti kontes uji tembak batu ini. Kontes ini diikuti oleh ratusan batu sebagai peserta di malam ini. Kami berharap PBN selalu hadir sebagai penyambung silahturahmi bagi para pencinta batu di Nusantara ini. Kami wajib mencintai budaya alam Nusantara ini. Kami juga berharap nilai batu Nusantara bisa membuming kembali,” pungkasnya.

Salah seorang peserta yaitu Hari asal Banten Jawa Barat datang di Surabaya Jawa Timur hanya untuk mengikuti kontes uji tembak batu yang digelar oleh PBN.
“Saya dari serang Banten Jawa Barat datang di sini untuk mengikuti kontes uji tembak batu yang digelar oleh PBN ini. Yang pertama untuk menyambung silahturahmi antar pecinta batu dan pecinta budaya batu Nusantara. Selain itu juga dari sini kita menambah saudara dan teman,” ujarnya.
Hari juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut tidak lain untuk meningkatkan atau membangkitkan budaya Nusantara ini. “Ya saya berharap kegiatan ini agar sering diadakan sebagai sambung silahturahmi dan juga selama ini budaya batu ini meredup. Maka dengan adanya ini agar budaya pecinta batu Nusantara bangkit kembali,” tandasnya.
Selama kontes uji tembak batu ini yang dinyatakan sebagai pemenang ataupun juara yaitu dinilai dari gelas yang tidak pecah ataupun anti tembak. Selian itu juga dinilai dari jarak gelas yang tertembak mundur dan ukuran dari tumpahnya air hingga berapa milinya.
Saat kontes berlangsung yaitu batu dimasukkan ke dalam gelas, dan diisi air lalu tembak oleh senapan angin dengan jarak tidak kurang lebih hingga 1 meter. Bagi gelas yang pecah dinyatakan gugur.(SL)




