Ketegangan AS-Venezuela, Yulianto: Pasar Keuangan Terguncang, Harga Energi Terancam Melonjak

0
99
ketegangan-as-venezuela-yulianto-pasar-keuangan-terguncang-harga-energi-terancam-melonjak
Pengamat Ekonomi dan Praktisi Perpajakan, Yulianto Kiswocahyono.,SE,SH.,BKP. (foto: redaksi)

NEWS TIMES – Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela yang dimulai pada Sabtu, 3 Januari 2026, telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar keuangan global. Operasi yang dipimpin oleh pemerintahan Presiden Donald Trump ini, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi jangka panjang dan ketidakpastian geopolitik di awal tahun 2026.

Pengamat Ekonomi dan Praktisi Perpajakan, Yulianto Kiswocahyono.,SE,SH.,BKP menilai bahwa eskalasi ini beresiko menekan pasar ekuitas karena investor cenderung beralih dari aset berisiko ke aset aman (safe haven).

“Dolar AS dan harga emas diperkirakan akan mengalami penguatan signifikan akibat status mereka sebagai aset perlindungan di tengah konflik,”ujar Yulianto Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim, saat dihubungi Newstimes.id, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut, Yulianto mengingatkan Indonesia berpotensi mengalami gejolak pada pasar keuangan domestik dan nilai tukar Rupiah akibat sentimen negatif global ini.

“Meskipun Venezuela saat ini hanya menyumbang sekitar 1% dari pasokan minyak global (sekitar 800.000–900.000 barel per hari), namun pasar harus merespons dengan kewaspadaan tinggi, “tuturnya.

Yulianto memprediksi, harga minyak mentah Brent bisa segera menguji level $62 hingga $65 per barel saat perdagangan dibuka penuh minggu ini.

“Langkah AS ini telah memicu kecaman keras dari Rusia dan China, yang merupakan mitra ekonomi utama rezim Nicolás Maduro,”terangnya

Yulianto menambahkan, penangkapan Maduro yang diklaim oleh Trump telah mengubah peta politik di Amerika Selatan secara drastis, memaksa pelaku pasar untuk menghitung ulang risiko investasi di kawasan tersebut.

“Para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan serangan balasan atau gangguan lebih lanjut pada rute perdagangan energi di Laut Karibia yang dapat memperburuk inflasi global, “pungkasnya.

Writer: Malik/Newstimes.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di WhatsApp Channel & Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here