Polisi Ungkap Identitas Jasad Bocah 6 Tahun yang Ditemukan di Bendungan Sengguruh

0
195
Polisi-Ungkap-Identitas-Jasad-Bocah-6-Tahun-yang-Ditemukan-di-Bendungan-Sengguruh
Polisi dan tim gabungan saat mengevakuasi jasad seorang bocah di Bendugnan Sunggruh Kabupaten Malang. (foto: Irfan/Newstimes.id)

NEWS TIMES, Malang Raya – Polres Malang berhasil mengungkap identitas jasad seorang bocah laki-laki yang ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Jasad tersebut, pertama kali di temukan oleh petugas keamanan di pintu air, Bendungan Sengguruh pada Rabu (31/1/2024) Sore.

Kasi Humas Polres Malang, Ipda Muhammad Adnan mengungkapkan, dalam keterangannya di Polres Malang, bahwa pihaknya sudah berhasil mengungkap jasad bocah laki-laki tersebut, adalah MI (6) Warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Terkait penemuan mayat di Bendungan Sengguruh sudah berhasil diidentifikasi, yakni seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang sehari sebelumnya dilaporkan hilang,” ungkap Adnan, pada Kamis (1/1/2024).

Menurutnya, pihaknya menerima laporan, penemuan mayat dari petugas, keamanan Bendungan Sengguruh, pada Rabu (31/1) sore, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu saksi sedang melakukan patroli di sekitar pintu air 1 Spillway, melihat jasad manusia mengapung di antara pintu air.

Di saat itu, saksi mengira hanyalah sebuah boneka, namun setelah di periksa dengan seksama. Ternyata jasad tersebut adalah jasad anak laki-laki. Dari hasil temuan tersebut, kemudian segera melapor kepada Polsek Kepanjen. Tim indentifikasi Satreskrim Polres Malang, kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), setelah menerima laporan.

Ipda Adnan menambahkan, Dari hasil pemeriksaan di TKP, diketahui jasad di temukan dalam keadaan terlentang, di antara tanaman air, jasad ketika di ketemukan hanya, mengenakan baju kaos tanpa celana. Evakuasi segera di Lakukan bersama tim SAR dan BPBD Kabupaten Malang.

“Informasi penemuan jasad di bendungan dilaporkan oleh petugas keamanan dan kemudian disampaikan kepada Polsek Kepanjen,” ungkapnya.

Beliau menegaskan, bahwa tidak di ketemuan tanda-tanda kekerasan pada fisik, maupun luka pada mayat saat di ketemukan. Jasad tersebut langsung dieksekusi menuju RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, guna lakukan visum. Sementa kepolisian telah menghubungi pihak keluarga, sesuai identitas yang di temukan, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat ini, jasad anak tersebut telah dievakuasi ke RSSA, kami masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kematian MI,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MI diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit sejak 29 Januari 2024 lalu. Pada waktu itu, MI ditinggal sendiri di dalam rumah saat kedua orang tuanya pergi salat subuh di musala dekat rumah. Namun, ketika kembali, MI sudah tidak ditemukan di sekitar rumah. (Ir/Fb/Newstimes.id)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here